Pak tua Wang yang tidak bisa tidur lelap tanpa golok di sebelah bantalnya sedang memainkan goloknya.

Wang Mingde yang tahun ini berusia 103 tahun adalah “tokoh terkenal” di berbagai sektor di sekitar Institut Teknologi Xian, China.

Pak tua Wang tidak hanya dikagumi orang-orang sekitar karena usianya yang sudah lebih dari 100 tahun, namun juga karena kemampuan kungfu yang dikuasainya, dan terlebih lagi karena sifatnya yang periang, dan suka menolong orang lain, membuat orang-orang senang bergaul dengannya.

Usia 85 tahun tangkap copet

Harian Xian memberitakan, malam sebelum hari Chong Yang, wartawan sempat datang ke rumah Pak tua Wang. Pak tua Wang yang saat itu mengenakan baju khas China berwarna coklat sedang duduk tegak di kursinya, aura seorang sesepuh yang disegani terpancar dari dirinya.

Meskipun sudah berusia 100 tahun lebih, pak tua tetap memiliki pendengaran dan penglihatan yang tajam. Usianya yang panjang, tidak terlepas dari perilaku yang ulet dan rajin melatih diri. Saat usia muda, pak tua yang besar di Tianjin ini sudah memiliki kemampuan kungfu di atas air yang hebat. (lagi…)

Keunggulan membuat gambar dengan aplikasi CorelDraw adalah gambar tidak akan mengalami distorsi walaupun diperbesar beberapa kali.

Pada awalnya kita membutuhkan sebuah rectangle yang nantinya digunakan sebagai alas.

Tekan F6 di keyboard untuk langsung membuatnya. Di sini saya membuatnya dengan ukuran 368 x 234 pixel.

(lagi…)

Studi menunjukkan meskipun huruf dalam sebuah kata dicampur-adukkan, kita dengan mudah masih bisa mengerti teksnya.

Barangkali pekerjaan terpenting bagi seorang editor adalah memastikan suatu teks adalah sempurna tanpa salah eja. Tetapi apakah teks yang salah tidak dapat dimengerti?

Dalam beberapa pengujian, peneliti mendapati bahwa orang masih bisa mengerti maksud kalimat sekali pun terdiri dari kata-kata yang dicampur-aduk.

Contohnya: We culod sracbmle the wrods in wtehaver form we wsih. As lnog as we awlyas miatiann the odrer of the frist and lsat ltteer the txet wlil sltil mkae snese.

Mungkin Anda sudah pernah melihat contoh diatas, karena paragraf yang diaduk pernah populer di email beberapa tahun lalu. Banyak orang merasa heran mengetahui bahwa kalimat gado-gado seperti itu masih bisa dimengerti dengan sedikit usaha.

Fenomena kata-kata campur aduk ini kali pertama dilakukan oleh penelitian Universitas Cambridge, tetapi siapa sebenarnya yang kali pertama mempelajari hal ini masih menjadi kontroversi. Tanpa memusingkan hal tersebut, sebagian peneliti mengatakan hal ini menawarkan wawasan tentang bagaimana manusia membaca.

Menurut pengertian mereka, kemampuan kita mengerti contoh kalimat yang dicampur-adukkan di atas menunjukkan bahwa pikiran kita mengartikan kata-kata sebagai keseluruhan dan bukan huruf per huruf. (lagi…)

Hasil foto pemindaian 4D pada rahim seorang ibu mengejutkan para dokter di Inggris. Pasalnya, sang bayi laki-laki itu menunjukkan tanda V ke arah kamera.

Melansir pemberitaan Daily Mail, Selasa (10/11) disebutkan, sebuah foto hasil scan empat dimensi yang diambil ketika sang bayi itu berusia 27 minggu dalam rahim dengan jelas memperlihatkan bayi itu mengangkat dua jarinya saat menghadap kamera.

Ekspresi sang bayi dalam rahim itu sungguh menarik sehingga seorang ahli sonogram di Royal Preston Hospital, Inggris di mana sang ibu memeriksa kandungannya meminta izin kepada orangtuanya, Owen senior dan Kelly, untuk mereproduksi dan memajang foto tersebut di dinding agar bisa dilihat pasien lain.

Ibu dan ayah sang bayi yang berasal dari Ashton, Preston, Inggris ini mengatakan bahwa mereka belum bisa memastikan apakah si bayi yang kemudian diberi nama Owen Skeffington itu bertindak tidak sopan terhadap mereka atau hanya ingin menunjukkan bahwa dia memiliki dua orang saudari. (lagi…)

Tidak selamanya yang kita anggap buas dan mengerikan itu seperti yang kita pikirkan, selama ini banyak cerita bagaimana hewan buas yang sering memangsa sesama hewan bahkan manusia bisa hidup bersama dan mesra dengan manusia. Namun tidak semua manusia mungkin punya nyali kuat untuk bisa dekat dengan hewan buas tersebut. Berikut ini beberapa buah foto dari seekor ular raksasa yang sangat besar sekali bisa hidup dan menjadi sahabat serta teman setia 2 anak kecil, dimana sehari- hari mereka seperti teman dan sahabat, bisa saling bercanda dan bermain. Padahal si ular raksasa itu besarnya sangat memungkinkan bisa memangsa kedua anak itu secara utuh.

(lagi…)

Gambar malaikat terekam oleh monitor pengaman di sebuah rumah sakit, ketika satu jam setelah seorang gadis berusia 14 tahun meninggal di sebuah rumah sakit karena radang paru-paru yang kemudian hidup kembali.

Coleen Banton, sang ibu gadis tersebut mengklaim ” “This was an image of an angel”, seperti terlihat cahaya terang memasuki kamar rumah sakit tersebut. ” Itu gambar malaikat ” seperti dituturkan kepada stasiun televisi NBC.

Lihat videonya… (lagi…)

Seorang pengusaha sedang menyetir mobilnya di sepanjang jalan tol dekat Palmas, Tocantins, Brazil. Sedang asyik-asyiknya berkendara, tiba-tiba ia melihat sebuah bola cahaya yang sangat terang terbang mendekati mobilnya.

Bola cahaya itu segera menyamai kecepatan mobil yang dikendarainya. Dan dalam hitungan detik, bola cahaya itu sudah ada di depan mobil. Refleks, pria itu segera mengambil ponselnya dan memotret objek misterius itu.

(lagi…)

Harganya $420,000.00

Berita mengenai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang telah menggunakan teknologi canggih untuk memperlancar pekerjaan mereka sebagai pemberantas korupsi di Indonesia, telah terbukti dengan adanya alat penyadap yang digunakan untuk menyadap percakapan Artalyta Suryani dengan para pejabat Jaksa Agung Muda (JAM).

KPK telah mengalokasikan dana sebesar 34 miliar dari dana APBN dalam proyek pengadaan KPK melalui Daftar Isian Proyek dan Anggaran (DIPA) 035-2/69-03-0-2005, untuk membeli alat sadap jenis portable A (laptop dan receiver) seharga Rp1,512 miliar, jenis B harganya Rp5,25 miliar, dan jenis C harganya Rp4 miliar. Alat penyadap tersebut dinamakan ATIS Gueher Gmbh buatan Jerman.

ATIS (Audio Telecommunication International Systems), adalah sebuah generasi baru dari Instant Recall Recorders (IRC) dalam teknologi solid-state, yang dapat dikoneksikan ke dalam audio source berupa telepon atau handphone GSM/AMPS/CDMA dan akan merekam atau menyadap seluruh komunikasi suara dengan kapasitas aktif lebih dari 680 menit dan 1000 panggilan yang berbeda. Kompresi algoritma yang ada di dalam ATIS telah memperbesar kapasitas penyimpanan dan kualitas suara yang cukup jernih. Dengan menggunakan koneksi telepon, ATIS dapat mengidentifikasi penelepon, waktu telepon dan nomor penelepon via RS 232 link built-in. Teknik penyadapannya, menurut wakil ketua KPK, Amien Sunaryadi, akan menyadap nomor telepon seluler dan kemudian akan ditampilkan di sistem KPK. Sedangkan pengawasannya akan dilakukan oleh komite pengawas yang terdiri dari non penegak hukum. (lagi…)

Penemuan mikroba google bisa membuka peluang untuk mereklamasi lahan kritis, termasuk untuk mengembalikan lahan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Penemu mikroba google, Ir Ali Zum Mashar MSi bahkan menjamin, lahan yang sudah tertimbun lumpur Lapindo bisa ditanami lagi dalam tempo satu tahun dengan perlakuan mikroba itu.

“Dengan menggunakan mikroba tersebut, lumpur Lapindo saya jamin bisa ditumbuhi tanaman dalam tempo satu tahun,” katanya di Bogor.

“Paling tidak, teknologi ini bisa membantu meminimalisir dampak dari melubernya lumpur tersebut, karena selama ini kita hanya fokus pada bagaimana menghentikan semburan lumpur itu,” kata peneliti Depnakertrans yang tengah mengambil program S3 di Institut Pertanian Bogor (IPB) itu. (lagi…)

Sebuah waduk keciltempat menampung kotoran babi serta hewan ternak lain, tak hanya membuat bau lingkungan di sekitarnya. Waduk ini juga bisa mencemari aliran sungai, meracuni air tanah dan lebih parah lagi dapat meningkatkan kadar gas metan dan karbondioksida di udara.

Untuk itu, ilmuwan berlomba-lomba mencari cara alternatif untuk memanfaatkan kotoran hewan. Salah satu yang tengah gencar dilakukan adalah mencoba mengubah kotoran hewan agar menghasikan energi listrik ramah lingkungan. Namun masalahnya, belum ditemukan cara yang paling efektif dalam mengolah kotoran hewan menjadi sumber energi.

Tim ilmuwan yang dipimpin Trakarn Prapaspongsa dari Denmark kemudian menganalisa beragam cara yang digunakan perusahaan-perusahaan di Denmark dalam menangani kotoran babi. Mereka rata-rata memanfaatkan kotoran itu untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan sistem seperti pencernaan anaerob atau incinerator (pembakaran).

Seperti dikutip dari New Scientist, Rabu (28/10/2009), dalam sistem pencernaan anaerob, bakteri memecah kotoran atau sampah dengan memanaskannya di dalam sebuah bejana bebas oksigen, kemudian melepaskan gas metan yang di gunakan dalam turbin gas. Sementara itu, incinerator membakar material untuk mendidihkan air dan menggerakkan turbin uap yang akan menghasilkan listrik.  (lagi…)

Halaman Berikutnya »