Sekilas gletser itu seperti gletser lain di kutub utara yang beku. Namun dalam pengamatan lebih dekat, sebuah wajah pedih terlukis pada dinding es yang meleleh, yang tampak tengah menangis dan mengalirkan sungai air mata. 

Citra “Ibu Bumi’ yang sedang sedih terlihat oleh penduduk setempat selama proses pencairan, dengan es yang meleleh dan salju jatuh ke laut di bawahnya.

Gambar menarik pada lapisan es Austfonna yang terletak di Nordaustlandet di Kepulauan Svalbard, Norwegia itu hampir pasti akan digunakan para aktivis lingkungan untuk melakukan protes terkait perubahan iklim. Kenaikan muka laut yang disebabkan es yang meleleh merupakan salah satu kekuatiran utama dari dampak pemanasan global. Para ahli telah mengingatkan bahwa negara-negara yang berada di dataran rendah akan berada di bawah permukaan air.
(lebih…)


Mungkin tidak ada orang yang benar-benar bisa memahami masalah kepribadian ganda. Sebelum abad ke-20, gejala psikologi ini selalu dikaitkan dengan kerasukan setan. Namun, para psikolog abad ke-20 yang menolak kaitan itu menyebut fenomena ini dengan sebutan Multiple Personality Disorder (MPD). Berikutnya, ketika nama itu dirasa tidak lagi sesuai, gejala ini diberi nama baru, Dissociative Identity Disorder (DID).

DID atau kepribadian ganda dapat didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian (alter) yang masing-masing memiliki nama dan karakter yang berbeda.

Mereka yang memiliki kelainan ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas yang memiliki cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.

Walaupun penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun rata-rata para psikolog sepakat kalau penyebab kelainan ini pada umumnya adalah karena trauma masa kecil.

Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi). (lebih…)


Setiap tahun, penduduk Thailand berkumpul di sepanjang sungai Mekong di propinsi Nong Khai untuk menyaksikan sebuah fenomena misterius berupa naiknya bola-bola cahaya misterius dari permukaan sungai. Para penduduk lokal menyebutnya Bung fai paya nak atau bola-bola api naga.

Pada malam, tanggal 4 Oktober 2009 kemarin, para penduduk dan turis berdiri berjejer di pinggir sungai Mekong di propinsi Nong Khai. Mereka sedang menunggu fenomena yang disebut bola api naga.

Tidak berapa lama kemudian, dari permukaan sungai, puluhan bola-bola cahaya berwarna merah jambu menyembur dengan indah seperti sebuah orkestra yang dipimpin oleh seorang konduktor. Semua mulai bersorak kegirangan dan bertepuk tangan dengan keras.

Bola-bola cahaya tersebut menggantung di udara selama beberapa saat sebelum kemudian lenyap dalam kegelapan malam. Beberapa menit kemudian, peristiwa serupa kembali terjadi. Bola-bola api lainnya kembali terbang dari permukaan sungai yang kembali diiringi dengan teriakan sukacita.

(lebih…)


Melalui perkembangan dan pencapaian ilmu pengetahuan modern, manusia semakin percaya bahwa ilmu pengetahuan memegang kekuasaan untuk memberikan penjelasan tentang setiap hal yang ada di planet kita dan di alam semesta kita.

Ketika ilmu pengetahuan modern telah menyadari kemampuan untuk terbang, penjelajahan ruang angkasa dan telah menemukan obat untuk banyak penyakit, manusia telah menjadi kagum akan kekuatannya.

Tapi mari kita ingat bahwa meskipun banyak fenomena di dunia memiliki penjelasan ilmiah, tidak semua fenomena dapat dijelaskan oleh pengetahuan ilmiah saat ini. Seperti banyak misteri besar di dunia dan di alam semesta kita masih belum terpecahkan, ilmu pengetahuan kita tiba-tiba terasa, yah …. terbatas.

Sebagai contoh, ilmu pengetahuan belum memberikan jawaban yang pasti tentang proses asal mula terbentuknya alam semesta. Demikian pula ilmu pengetahuan belum dapat menjelaskan terbentuknya keyakinan keagamaan. Melangkah ke dalam alam supranatural, ada manifestasi misterius yang belum diberi penjelasan ilmiah yang masuk akal, karena metode ilmiah tidak dapat diterapkan untuk mengukur atau mempelajari fenomena tersebut.

Mari kita lihat beberapa fenomena yang tak jelas ini dan mengingatkan diri kita sendiri bahwa alam dengan sendirinya merupakan suatu keajaiban dan banyak hal masih tetap menjadi misteri. (lebih…)


Peneliti berhasil menangkap kilat terbalik di mana daya listrik ditembakkan oleh awan badai ke atmosfir. Fenomena langka direkam oleh peneliti yang berharap dapat mengumpulkan bukti adanya aktifitas badai yang berbeda–beda.

Penemuan tidak disengaja ini telah memberikan peneliti pengetahuan yang lebih dalam mengenai terjadinya kilatan ke atas, yang dikenal sebagai “jet raksasa”.

Professor Steven Cummer dari Duke University, Carolina Utara, yang berhasil merekam kejadian tersebut, mengatakan bahwa kilatan petir ke atas kemungkinan memiliki kekuatan yang sama dengan petir yang menuju ke bumi. “yang mengejutkan kami adalah ukuran dari kejadian ini” ujarnya. (lebih…)


Ilmu pengetahuan memang menakjubkan. Mampu menyibak beragam misteri kehidupan. Mencari energi alternatif, mengobati penyakit, menjelajah antariksa, bahkan menciptakan mahluk hidup buatan. Semua keajaiban sains itu membuat kita terheran-heran.

Tapi tidak semua misteri kehidupan bisa dipecahkan. Masih banyak fenomena lain yang belum dapat terjawab oleh ilmu pengetahuan. Livescience.Con mencatat ada 10 fenomena yang hingga kini belum dapat dijelaskan secara ilmiah. Apa saja itu? Mari kita simak. Siapa tahu Anda mau menambahkannya! (lebih…)


Hamil 6 Bulan, Triyono Tidak Ngidam dan Mual

Semarang (SuaraMedia) Triyono merasakan ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalam perutnya. Bujangan berumur 40 tahun kaget bukan kepalang saat dokter dan dukun beranak bilang dia hamil 6 bulan.

Kejadian ini berawal saat, Triyono merasakan ‘kejanggalan’ di perutnya itu pada 1,5 bulan silam.

Warga RT 11 RW 01, Dusun Bajangan, Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Semarang, Jawa Tengah, kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas Bringin. “Ini kok seperti bayi,” kata Triyono menirukan ucapan dr Lalang dari Puskesmas Bringin.

Triyono lalu dirujuk ke RS Ambarawa. Namun saat dirontgen, tidak ditemukan benda apa pun di dalam perut Triyono. (lebih…)