Januari 2009



Kucing yang satu ini, gampang dikenali lewat larinya yang cepat dan bentuk tubuhnya yang sangat eksotis. Hewan ini banyak hidup di padang rumput benua Afrika.

Cheetah atau citah (dari bahasa Sansekerta Chitraka berarti “berbintik”) mempunyai nama lain yaitu Acinonyx jubatus. Cheetah adalah anggota keluarga kucing (Felidae) yang berburu mangsa dengan menggunakan kecepatan dan bukan taktik mengendap-endap atau bergerombol. Hewan ini adalah hewan yang tercepat di antara hewan darat dan dapat mencapai kecepatan 110 km/h dalam waktu singkat sampai 460 m, dengan akselerasi 0 – 100 km/h dalam waktu 3,5 detik, lebih cepat dari beberapa supercar.Tubuhnya yang ramping dan lentur dilengkapi dengan otot-otot kaki yang kuat yang didesain untuk berlari dengan kecepatan tinggi. (lebih…)

Iklan

Tim ilmuwan dari London berhasil menemukan obat untuk mengobati berbagai macam penyakit manusia. Mulai dari gatal-gatal, infeksi, tekanan darah tinggi, dan kanker. Bahan-bahan untuk obatan tersebut diambil dari kandungan kimia yang dimiliki oleh kodok, ular, hiu, lintah, kalajengking dan lalat.

Sesungguhnya, ide menggunakan berbagai bahan baku dari alam bukanlah hal yang luar biasa. Bangsa Indonesia sudah lama mengenal rempah-rempah sebagai sumber pengobatan, perawatan, dan untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Bahkan banyak orang Jawa percaya, seseorang yang sakit kuning akan sembuh bila menelan kutu bersama pisang, sakit gatal-gatal diobati dengan daging biawak, ular, dan sejenisnya.

Prinsip pengobatan dari binatang dan tumbuhan, juga dipercaya oleh bangsa Timur lainnya seperti Korea, Jepang, dan Cina. Ginseng dari Korea yang sudah dimanfaatkan berabad-abad, kini meluas penggunaannya ke berbagai negara dengan beragam manfaatnya. Dari Jepang ada beragam obat mulai dari sup antikanker saampai squalen dari ikan hiu botol yang dipercaya bisa memperkuat fungsi hati dan menghaluskan kulit. (lebih…)


Di California seorang ahli bedah asal Amerika Serikat, Dokter Craig Alan Bittner, yang biasanya melakukan praktek di Beverely Hills, berhasil menjadikan lemak dari dalam tubuh manusia  menjadi bahan bakar untuk kendaraan. Namun, penemuan tersebut malah membuatnya dipenjara karena hasil dari penelitian yang dilakukannya dipakai untuk bahan bakar mobil miliknya sendiri dan kekasihnya.

Lemak yang dia dapatkan berasal dari sisa bedah pasien yang biasa mendatanginya. Hal tersebut membuat para pasiennya tidak terima, sehingga membuat Dokter Craig Alan Bittner terancam dibui. Tidak hanya itu saja, pengadilan pun mendakwa Bittnerr dengan pasal pelarangan penggunaan limbah medis dari manusia untuk bahan bakar kendaraan jenis apapun, dan itu merupakan praktek yang tidak sah. Maka izin praktek dokter ini pun dicabut.

Akan tetapi, Bittner menolak tudingan tersebut. Menurutnya, pemakaian lemak yang dia dapatkan dari sedot lemak pasiennya, telah mendapatkan izin dari yang empunya lemak. Selain itu, penelitiannya diklaim dibuat untuk menyelamatkan Bumi.

Saat ini, tempat praktek Bittner Liposculpture, telah ditutup pada November lalu, dan Departemen Kesehatan Masyarakat California telah melakukan penyelidikan atas tindakan dokter itu.


Para peneliti dari Universitas Arkansas, Amerika Serikat, berhasil menemukan sebuah proses yang dapat mengubah lemak dan asam lemak rantai panjang dari ayam menjadi bahan bakar biodisel (biodiesel fuel).

Proses yang mereka temukan disebut dengan Supercritical Methanol. Melalui proses tersebut 90% lemak ayam mampu diubah menjadi biodisel.

Selama dalam proses Supercritical Methanol, lemak ayam dipanaskan pada tekanan tinggi sampai mencapai critical point-nya atau titik kritisnya, yaitu temperatur dan tekanan tertinggi dimana uap dan cairan suatu zat berada dalam kondisi kesetimbangan.

Selain itu, proses supercritical methanol tidak memerlukan katalis dalam proses konversi lemak ayam menjadi biodisel sehingga menjadi lebih kompetitif secara ekonomi.