Menyebut kodok, yang terlintas di benak adalah hewan amfibi mungil berkaki empat yang suka meloncat-loncat. Demikian pula dengan kodok raksasa Afrika (African bullfrog). Namun, ada yang membedakan kodok jenis satu ini dengan kodok mungil lainnya.

Kodok berpostur bongsor itu bisa meloncat hingga sejauh 3,7 meter. Tak hanya itu, African bullfrog (Pyxicephalus adspersus) termasuk dalam jenis amfibi pemakan daging (karnivora) yang bersifat agresif. Kodok itu memiliki gigi setajam proyektil yang disebut ondontoids. Konon, rasanya seperti terkena pecahan beling ketika daging kita dijepit kedua rahangnya.

Seperti ketika seekor tikus yang menjadi “kudapan” si kodok yang tinggal di kebun binatang Newquay, Inggris. Dengan sekali caplok, tikus tersebut langsung masuk mulut kodok Afrika itu. (lebih…)

Iklan

Markas tikus terbesar di dunia ini ditemukan oleh tim ekspedisi BBC di Papua New Guinea.Baru saja ditemukan sarang tikus-tikus raksasa di sebuah gunung berapi. Tikus dengan panjang sampai 82 sentimeter.


Mereka melakukan ekspedisi di gunung berapi Mount Bosavi yang terakhir meletus pada 200 ribu tahun silam. Tim BBC terdiri dari ilmuwan dan kru film dari Inggris, Amerika Serikat, dan Papua New Guinea. Selain sarang tikus terbesar, mereka juga menemukan lebih dari 40 spesies yang belum dikenali..

Tikus-tikus raksasa tersebut memiliki panjang tubuh hingga 82cm dengan berat rata-rata 1,5 kilogram. Demikian artikel yang dikutip Blog Berita dari BBC. (lebih…)


Tanaman raksasa yang mampu melahap serangga bahkan tikus ditemukan oleh sekelompok ilmuwan di puncak gunung Victoria. Tanaman karnivora dengan nama latin nepenthes attenborouhgii ditemukan di daerah Asia Tenggara tepatnya di pegunungan Palawan Filipina.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Stewart Mcpherson dari Red Fern Natural History Production, telah mempelajari tanaman ini sejak tahun 2000 ketika mendapat laporan dari kelompok pendaki persekutuan Kristen yang menemukannya di pegunungan tersebut.

Mcpherson menyatakan semua tanaman karnivora mampu berkembang untuk menangkap serangga. Tetapi tanaman yang besar seperti tanaman itu dapat memakan tikus dan kodok. “Sebuah hal yang luar biasa di mana tanaman sebesar ini telah begitu lama tidak ditemukan” tambahnya.

Penemuan yang diumumkan minggu kemarin ini dijelaskan secara rinci di Botanical Journal of the Linnean Society. (lebih…)