Menyebut kodok, yang terlintas di benak adalah hewan amfibi mungil berkaki empat yang suka meloncat-loncat. Demikian pula dengan kodok raksasa Afrika (African bullfrog). Namun, ada yang membedakan kodok jenis satu ini dengan kodok mungil lainnya.

Kodok berpostur bongsor itu bisa meloncat hingga sejauh 3,7 meter. Tak hanya itu, African bullfrog (Pyxicephalus adspersus) termasuk dalam jenis amfibi pemakan daging (karnivora) yang bersifat agresif. Kodok itu memiliki gigi setajam proyektil yang disebut ondontoids. Konon, rasanya seperti terkena pecahan beling ketika daging kita dijepit kedua rahangnya.

Seperti ketika seekor tikus yang menjadi “kudapan” si kodok yang tinggal di kebun binatang Newquay, Inggris. Dengan sekali caplok, tikus tersebut langsung masuk mulut kodok Afrika itu. (lebih…)

Iklan

Bangga Indonesia

Hmm apa yah maksudnya? Kalo nisa sih mikirnya itu adalah gimana anak muda nanggepin kalo mereka itu bangga ga sih sama bangsa nya sendiri, trus apa sih yang mereka banggain, dan apa yang mereka lakukan kalo mereka bangga sama bangsanya sendiri, apa diem aja atau berkarya lebih baik lagi untuk mengharumkan nama bangsa supaya Indonesia makin membanggakan di mata dunia? Wow..dunia cuy!!!

Tapi nyatanya apa? Dari 5 orang yang menjawab, ada 4 yang bangga trus satu orang ga bangga. Tapi jawabannya yang paling menggugah hati tuh yang ga bangga. Karena apa? Dia yang paling nyambung jawabnya. Kalo yang lainnya sih bangga tapi, ngejawabnya diluar konteks pembicaraan, eh malah ngerembes ke hal pribadiku..huhu, makanya ku jadi kaget gini..apa yah idenya????

Ayo mulai nulis..perang di mulai!!!!! (lebih…)


Teori gravitasi yang dipopulerkan oleh Isaac Newton rasanya sudah tak asing lagi. Benda yang berada di atas bumi akan selalu kembali jatuh ke bumi. Sebagai contoh buah yang ada di pohon akan jatuh kebawah.

Kejadian seperti teori gravitasi alam tersebut terjadi pada seorang gadis cilik bernama Ianthe Whitley (3). Gadis kecil itu tengah berada di bawah sebuah pohon apel dan tiba-tiba bummm…sebuah apel berukuran besar jatuh di dekatnya. Beruntung apel raksasa itu tidak mengenai kepalanya.

Saat itu Whitley sedang bermain di halaman milik tetangganya di kawasan Bournemouth. Disanalah apel dengan diameter hamper 16 inci dan berat 2 kilogram jatuh dari pohonnya.

(lebih…)


Foto: impactlab.com

PARIS – Para ahli kesehatan di Prancis telah memperingatkan akan risiko mabuk yang diakibatkan oleh kandungan kafein dalam permen karet.

Peringatan ini muncul setelah dokter menemukan kasus seorang bocah laki-laki menjadi murung dan tak bernergi karena pengaruh kafein yang berlebihan dalam permen karet. Orangtua si bocah pun segera melarikannya ke unit gawat darurat Rumah Sakit Naples’ Monaldi.

Anak laki-laki itu juga mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut, terus menerus ingin buang air kecil, dan merasakan nyeri pada lengan. Menurut keterangan dokter, anak ini mengalami kesulitan bernapas, tekanan darah yang tinggi, serta detak jantung yang sangat cepat hingga 147 kali per menit.

Setelah dokter melakukan analisa yang seksama, diketahui penyakit yang menyerang bocah ini diakibatkan oleh mengunyah permen karet tinggi kafein, demikian keterangan yang dikutip dari AFP, Jumat (29/5/2009). (lebih…)


Beruntungnya Nurul Sulistiyati, 38 tahun, bersuami Muhammad Nurhuda, 44 tahun. Bukan apa-apa, berkat suaminya itu Nurul kini tak perlu lagi terburu-buru membeli elpiji kalau api kompornya mulai redup.Warga Jalan Kendalsari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, ini sudah menyiapkan kompor pengganti di dapurnya. Namanya kompor biomassa, yang bisa menyala dari serasah, kayu, dan sampah rumah tangga lainnya. “Nyala apinya bagus dan lebih hemat daripada minyak tanah atau elpiji,” kata Nurul, Selasa pekan lalu.

Kompor berbahan baku biomassa padat ini asli ciptaan Nurhuda. Dosen fisika di Universitas Brawijaya itu membuatnya setelah sebulan penuh meneliti di laboratorium di kampusnya. Hasilnya, sebuah kompor berbahan bakar biomassa yang berbeda dengan kompor pada umumnya karena nyala api kompor tidak disertai asap yang bisa bikin istrinya batuk-batuk. (lebih…)


Kita mungkin pernah menemukan kecoa atau benda-benda lain di piring saat makan. Namun, yang dialami oleh Jack Pendleton, warga New York ini lebih membuat tercengang. Pasalnya, Jack menemukan kepala ular di mangkuk brokoli ketika makan di restoran terkenal.

Awalnya Jack sempat memesan makanan bernama chips, namun ia mengubah pesanannya menjadi menu sayuran. Setelah mencari menu yang cocok, akhirnya ia memilih makanan yang semacam salad yang isinya brokoli. Saat makan, ia melihat sebuah benda berukuran dua jempol tangan di dalam mangkuk brokoli tersebut. Ia mengira benda tersebut adalah jamur. Ketika benda tersebut dibalik, ada gurat hijau dan sepasang mata. Setelah diteliti lebih lama, ternyata benda tersebut adalah kepala ular!. Kontan saja, Jack menghentikan makannya. Ada-ada saja 😀

Sumber : infogue.com


Masyarakat di bagian Kutub Utara wilayah Rusia, terbiasa makan daging mentah, yang konon bisa menyehatkan badan. Satu-satunya daging binatang yang tersedia untuk disantap mentah-mentah di wilayah kutub itu, adalah daging rusa. Daging rusa segar hasil pembantaian rusa-rusa yang mereka ternakkan.  (lebih…)