Reuters

Peneliti telah menemukan ribuan spesies yang belum pernah diketahui sebelumnya. Binatang ini hidup dari belerang dan metana atau memecah minyak.

Sebanyak 17.650 spesies yang menakjubkan berhasil diungkap. Penemuan makhluk aneh itu melalui kamera yang diderek jauh di dasar laut, sonar dan teknologi lainnya.

Makhluk aneh itu terdiri dari kepiting hingga udang cacing yang hidup di dunia dingin dan gelap, 5 km di bawah ombak laut.

Kebanyakan dari makhluk-makhluk ini beradaptasi dari makanan dari kotoran yang berasal dari lapisan atas yang diterangi matahari.

Sementara yang lain hidup dari belerang dan metana, atau bakteri yang memecah minyak, atau dari tulang-tulang paus yang mati tenggelam dan makanan tidak masuk akal lainnya.  (lebih…)


Keunggulan membuat gambar dengan aplikasi CorelDraw adalah gambar tidak akan mengalami distorsi walaupun diperbesar beberapa kali.

Pada awalnya kita membutuhkan sebuah rectangle yang nantinya digunakan sebagai alas.

Tekan F6 di keyboard untuk langsung membuatnya. Di sini saya membuatnya dengan ukuran 368 x 234 pixel.

(lebih…)


Carle Pieters, penyelidik utama, Minerologi Bulan, Universitas Brown (kiri) berbicara dengan Rob Green, ilmuwan proyek instrumen, Minerologi Bulan, di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California melihat pengarahan singkat membahas data ilmu baru dari bulan yang dikumpulkan selama misi ruang angkasa nasional dan internasional 24 September 2009 di kantor pusat NASA di Washington, DC. (Mandel Ngan / AFP / Getty Images)

Misi ruang angkasa internasional telah menemukan es di bulan dan lebih banyak bukti es di Mars – kabar baik untuk permukiman masa depan dan juga bagi para ilmuwan pencari kehidupan di luar bumi.

Empat laporan yang diterbitkan dalam jurnal Science edisi Jumat (25/9) menunjukkan bukti yang jelas adanya air, mungkin beku, pada permukaan padang pasir Bulan dan Mars.

NASA mengatakan Alat Pemetaan Mineral Bulan, atau M3, menemukan molekul-molekul air di seluruh permukaan bulan. Oktober lalu Instrumen M3 dibawa oleh Chandrayaan-1 pesawat ruang angkasa Organisasi Penelitian Luar Angkasa India – misi luar angkasa India pertama.

“Air es di bulan telah menjadi bukti penting untuk para ilmuwan bulan selama ini,” kata Jim Green, Direktur Divisi Ilmu Planet di NASA Washington. (lebih…)


Misi pertama India ke Bulan telah menemukan bukti mengenai air dalam jumlah yang sangat banyak di permukaannya, demikian laporan harian The Times, Kamis (24/9).

Data dari pesawat antariksa Chandrayaan-1 juga menunjukkan air masih terbentuk di Bulan, kata surat kabar Inggris tersebut.

“Itu sangat memuaskan,” kata harian tersebut, yang mengutip Mylswamy Annadurai, direktur proyek misi itu di Organisasi Penelitian Antariksa India di Bangalore.

Surat kabar tersebut melaporkan terobosan dijadwalkan diumumkan oleh Badan Antariksa dan Penerbangan AS, Kamis.  (lebih…)


Seiring dengan semakin meningkatnya tren pemanasan suhu global yang kian parah, gletser di berbagai belahan dunia juga mulai meleleh, selain mengundang bahaya besar karena makin tingginya permukaan air laut, juga mungkin akan membawa ancaman bahaya virus yang misterius yang berasal dari zaman dahulu kala.

Ditemukan Virus Tak Dikenal Yang Masih Hidup Tersimpan 140 Ribu Tahun Lamanya

Berdasarkan laporan dari sebuah harian pagi, Profesor Scott Rogers dari Universitas Brooklyn, Ohio, Amerika Serikat, selaku tokoh peneliti mikro organisme inti es daerah kutub sekaligus tokoh perancang dan pembentuk riset, dalam laboratoriumnya tersimpan bongkahan inti es yang berasal dari berbagai danau es maupun gunung es untuk diteliti mikro organisme yang hidup di dalamnya.

Dalam risetnya terhadap salah satu bongkahan inti es yang diambil dari sebuah gletser, telah ditemukan sejenis virus tak dikenal yang tersimpan selama 140 ribu tahun dalam es di kutub. (lebih…)


China-Entah patut diacungi jempol atau harus dikasihani. Sejak berusia 4 bulan, bayi asal China ini telah diajari berenang. Hasilnya, kini dalam usia 21 bulan, Xiao Xingwa, akan menggelar debut perdananya sebagai perenang profesional.

“Xingwa sangat suka dengan air dan dapat melakukan berbagai aksi di air. Ia merasa air seperti rumahnya sendiri hingga terkadang ia sampai tertidur di kolam,” ujar kakek Xingwa, Wang, seperti dilansir Ananova. (lebih…)


Diam-diam, Indonesia memendam kekayaan alam yang melegenda. Selain komodo, kini ditemukan juga ikan purba Coelacanth yang disebut sebagai Raja Laut atau King of The Sea.

Ikan yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada tahun 1938 ini telah memupus anggapan para ilmuwan bahwa ikan purba ini telah punah 65 juta tahun lalu. Tahun 1998, Coelacanth kembali ditemukan di Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara yang kemudian diberi nama Latimeria chalumnae. (lebih…)