Polisi Indonesia meminta “hacker” komputer untuk melacak siapa dibelakang situs internet yang mengklaim bertanggung jawab atas pemboman ganda 17 Juli yang menewaskan sembilan orang.

Situs itu ditemukan awal pekan ini di jaringan blogspot.com.

Halaman situs ini mengklaim menyerang Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton dengan nama tokoh ekstrem kelahiran Malaysia, Noordin Mohammad Top dan sekelompok yang menyebut dirinya “Organisasi Al Qaida Indonesia”.

“Tim kejahatan cyber memburu orang dibelakang ini dengan harapan kami bica melacak mereka,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Nanan Soekarna seperti dikutip kantor berita AFP.

“Banyak para ‘hacker’ cerdas di Indonesia. Mari buktikan bahwa Anda dapat membela rakyat dan negara Anda serta menyediakan informasi untuk menangkap mereka,” katanya. (lebih…)

Iklan

WASHINGTON – Iklan pencarian hacker-hacker handal yang dibutuhkan oleh pemerintah Amerika rupanya cukup menarik perhatian. Bahkan jumlah hacker yang dibutuhkan meningkat.

“Dari sekira 80 hacker yang dibutuhkan pada tahun lalu, Amerika memprediksi angka ini akan meningkat hingga tahun 2011 nanti menjadi sekira 250 orang,” ujar Sekretaris Jenderal Pertahanan Amerika Robert Gates, seperti dikutip melalui Star-tech Central, Selasa (28/4/2009).

Menurut Gates, Amerika memberikan insentif yang cukup besar untuk melakukan perekrutan dan training bagi para hacker terpilih. Hal ini dikarenakan rentannya jaringan pertahanan Amerika terhadap serangan dunia maya. (lebih…)


JAKARTA – Makin banyaknya aktivitas yang dilakukan dengan menggunakan internet, di satu sisi sangat membantu, namun di sisi lain justru menjadi target empuk bagi peretas melakukan infeksi.

Sebab, dari data yang dikeluarkan oleh Symantec menunjukkan, tahun 2008 merupakan sumber utama bagi infeksi baru yang dilakukan oleh penjahat internet itu.

“Para penyerang semakin mengandalkan toolkit program jahat yang dapat dikostumisasi untuk mengembangkan dan menyebarkan ancaman mereka,” ungkap Ronnie Ng, Manager System Engineering Symantec Singapura dan Indonesia, di Grand Hyatt, Rabu (6/5/2009) kemarin. (lebih…)


WASHINGTON – Pengadilan Amerika Serikat mulai menunjukkan tajinya dalam memberantas pelaku kejahatan internet, termasuk peretas. Buktinya, seorang remaja harus mengalami tuntutan hukum karena men-deface sistem komputer NASA dan jaringan internet Cisco.

Remaja tanggung yang bernama Philip Gabriel Petterson, atau yang di dunia maya dikenal dengan Stakto, diindikasi telah menerobos jaringan Cisco di San Jose, yang kemudian mencuri data-data penting di dalamnya. Kejadian ini sendiri terjadi pada Mei 2004 silam. (lebih…)


JAKARTA – Indonesia dan Malaysia tidak hentinya saling serang di dunia maya. Kali ini, lebih dari 50 situs Malaysia berhasil dikerjai hacker Indonesia.

Dalam pesan tertulis kepada okezone, Sabtu (9/5/2009), para hacker mengklaim langkah ini sebagai jawaban atas tantangan hacker Malaysia yang mengajak mereka ‘berperang’ kembali di dunia maya.

Aksi tersebut meninggalkan jejak berupa nama beberapa kelompok hacker yang terindikasi terlibat. Misalnya saja NNCE, Jatimcrew, Cyberdos, Netheroes dan Indonesian Coder. (lebih…)


WASHINGTON – Lagi-lagi hacker berulah. Sistem komputer pengatur perjalanan penerbangan udara Amerika yang menjadi korbannya, hal ini menyebabkan beberapa jadwal perjalanan udara menjadi amburadul.

Juru bicara tata usaha kenegaraan mengungkapkan semenjak sistem komputer menggunakan aplikasi web dan piranti lunak komersial, keamanan jaringan menjadi lebih rentan dijahili hacker.

Ini bukan kali pertama sistem komputer milik Federal Aviation Administration (FAA) dibobol. Pada Februari 2009 silam, hacker berhasil menyusup dan mendapatkan akses informasi pribadi sebanyak 48.000 karyawan FAA, demikian keterangan yang dikutip dari AFP, Minggu (10/5/2009). (lebih…)


Peretas (Inggris: hacker) adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya , terutama keamanan.

Sejarah Hacker (Peretas)

Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik ketimbang yang telah dirancang bersama. (lebih…)