Ungu yang melambangkan kebangsawanan dan spiritualitas kembali jadi trend untuk musim gugur – musim dingin 2009 – 2010. Sebagian orang merasa tak pantas mengenakan warna ungu, padahal warna ungu tampak cantik pada hampir semua orang.
Warna ungu terdiri dari berbagai tingkatan warna. Mulai dari warna biru sampai akhir dari spektrum merah sehingga selalu ada warna ungu untuk semua warna kulit.
– Kulit putih tampak kontras dengan warna ungu yang lebih cerah dengan warna  dasar biru.
– Kulit yang lebih gelap cantik dengan ungu pastel seperti lila.
– Rambut hitam cocok dengan warna violet.
Tip memilih warna ungu
Untuk menemukan warna ungu yang paling serasi dengan kulit Anda, datang ke toko dan pegang kain dalam berbagai warna ungu di dekat wajah Anda. Lihat warna yang tampak cantik di wajah Anda. Ingat warna ini saat beli baju ungu. (lebih…)
Iklan

Menyebut kodok, yang terlintas di benak adalah hewan amfibi mungil berkaki empat yang suka meloncat-loncat. Demikian pula dengan kodok raksasa Afrika (African bullfrog). Namun, ada yang membedakan kodok jenis satu ini dengan kodok mungil lainnya.

Kodok berpostur bongsor itu bisa meloncat hingga sejauh 3,7 meter. Tak hanya itu, African bullfrog (Pyxicephalus adspersus) termasuk dalam jenis amfibi pemakan daging (karnivora) yang bersifat agresif. Kodok itu memiliki gigi setajam proyektil yang disebut ondontoids. Konon, rasanya seperti terkena pecahan beling ketika daging kita dijepit kedua rahangnya.

Seperti ketika seekor tikus yang menjadi “kudapan” si kodok yang tinggal di kebun binatang Newquay, Inggris. Dengan sekali caplok, tikus tersebut langsung masuk mulut kodok Afrika itu. (lebih…)



Misteri: Makhluk aneh itu nampak sedang mengintai kawanan ikan hanya beberapa meter dari Saltern Cove, Paignton, Devon.

Foto yang menunjukkan penampakan makhluk laut berleher panjang tersebut telah membuat para pakar kelautan menggeleng-gelengkan kepala mereka.

Hewan itu difoto saat sedang mengintai kawanan ikan yang jaraknya hanya sekitar 30 meter di lepas pantai Inggris.

Ikan-ikan itu nampak sangat ketakutan sehingga terdampar beberapa detik kemudian.

Makhluk misterius itu nampak di lepas pantai Devon di Saltern Cove, Paignton, yang oleh penduduk setempat dikatakan mirip seperti kura-kura.

Namun gambar yang diperoleh salah satu saksi, Gill Pearce, terungkap bahwa leher hewan buas itu nampak coklat kehijauan dengan kepala seperti kepala reptil yang semakin lama nampak seperti kura-kura.

Mrs. Pearce, yang mengabadikan foto itu pada 27 Juli lalu, telah melaporkan penampakan tersebut ke Marine Conservation Society (MSC), di mana temuan itu akan diteliti oleh para pakar kelautan. (lebih…)


Zach Evans, 26 tahun, asal Southampton ini tidak sengaja melihat penampakan wajah mirip Yesus di Google Earth. Padahal dia ingin mencari sebuah daerah tujuan wisata.

Seperti dikutip dari Telegraph dan Vivanews, ia melihat guratan membentuk wajah yang tak asing lagi baginya di dalam gambar satelit sebuah lahan pertanian di dekat Puspokladany, Hongaria.

Kepada The Sun, ia mengatakan, “Saya bukan orang yang religius mencari gambar Maria atau Yesus dalam segala hal, tapi ini jelas nyata.”

Sumber : blogartikelmisteri.wordpress.com


Sekilas gletser itu seperti gletser lain di kutub utara yang beku. Namun dalam pengamatan lebih dekat, sebuah wajah pedih terlukis pada dinding es yang meleleh, yang tampak tengah menangis dan mengalirkan sungai air mata. 

Citra “Ibu Bumi’ yang sedang sedih terlihat oleh penduduk setempat selama proses pencairan, dengan es yang meleleh dan salju jatuh ke laut di bawahnya.

Gambar menarik pada lapisan es Austfonna yang terletak di Nordaustlandet di Kepulauan Svalbard, Norwegia itu hampir pasti akan digunakan para aktivis lingkungan untuk melakukan protes terkait perubahan iklim. Kenaikan muka laut yang disebabkan es yang meleleh merupakan salah satu kekuatiran utama dari dampak pemanasan global. Para ahli telah mengingatkan bahwa negara-negara yang berada di dataran rendah akan berada di bawah permukaan air.
(lebih…)


Bagaimana jika pengisian ponsel Anda adalah semudah menempel di saku Anda selama beberapa jam? Itu premis dari konsep ponsel Nokia E-Cu, dikembangkan oleh desainer Inggris Patrick Hyland. Hyland’s Nokia E-Cu (E bagi lingkungan, Cu untuk Tembaga) Ponsel tembaga menampilkan eksterior dan interior yang thermogenerator terintegrasi yang mengubah energi panas menjadi energi listrik.

Secara teoritis, telepon bisa dibebankan pada setiap permukaan-panas dari radiator ke saku celana. Tapi seperti kita telah disebutkan sebelumnya, ponsel ini masih konsep – dan kita mungkin akan melihat ide-ide seperti kekuatan piezoelektrik membuat jalan menjadi ponsel masa depan sebelum gagasan Nokia. (lebih…)