Ribuan tahun lalu, bangsa Mesir kuno mengenakan riasan di mata, percaya bahwa Dewa Horus dan Ra akan melindungi orang tersebut terhadap beberapa penyakit mata dan kulit.

Ini bukan takhayul, ilmuwan dari Prancis Pierre dan Marie Curie University melaporkan dalam jurnal Analytical Chemistry Jumat (15/1) lalu, menemukan kandungan obat dalam perias mereka.

Ilmuwan melakukan analisa kimiawi melibatkan melakukan scan electron mikro dan difraksi kuantitatif sinar x untuk 52 jenis perias yang disimpan di Musium Louvre di Paris.

“Kebanyakan mereka mencampurkan spesies logam (Timah II): galena (PbS) untuk warna gelap dan kilap dan tiga material putih: cerussite (PbCO3), Phosgenite (Pb2Cl2CO3), dan laurionite (Pb(OH)Cl),” tulis para ilmuwan dalam makalah riset. 

“Konsentrasi Submicromolar Pb2+ [lead] ion terlihat cukup untuk bisa mengaktifkan respon oksidatif dari keratinocytes. Secara mendasar mereka terdiri dari kelebihan produksi nitrogen monoksida (NO°). Karena peranan biologis dari NO° dalam menstimulasi pertahanan imunisasi tidak spesifik, orang mungkin akan meragukan bahwa campuran timah ini dihasilkan secara bebas dan dipakai dalam formulasi Mesir kuno untuk mencegah dan merawat sakit mata dengan cara meningkatkan imunisasi sel.”

Phosgenite (Pb2Cl2CO3) dan laurionite (Pb(OH)Cl) tidak dapat ditemukan di Mesir dan sekitarnya, catatan kuno menyarankan bahwa kimiawi tersebut sengaja dibuat sebagai obat.

Sumber : Era Baru