Terungkapnya adanya sel mewah di lembaga pemasyarakatan sebenarnya bukan hal yang terlalu mengejutkan, karena sudah sejak lama selentingan kabar yang beredar sudah ada namun orang diluar penjara tidak bisa membuktikannya karena akses kesana tidak ada.

Sekarang publik sudah dibelalakan matanya untuk melihat kenyataan tersebut. Penjara mewah di negara lain ternyata juga ada, namun ternyata penjara mewah di negara lain biasanya diperuntukan untuk tahanan politik, bukan untuk seorang mafia korupsi yang menyedot uang rakyat dengan mempermainkan hukum.

Mari kita lihat perbandingannya, penjara mewah di Indonesia dan penjara mewah di luar negeri, kali ini yang dijadikan obyek adalah sebuah penjara mewah di Styria Austria yang bernama Justizzentrum Leoben dan Rutan Pondok Bambu di Jakarta.

Tampak dari luar

Indonesia : Dari luar penjara (lembaga pemasyarakatan) di Indonesia tampak sederhana dan sama sekali tidak mewah.

Luar Negeri: Penjara Mewah di Luar Negeri memang di desain secara terang terangan tidak terselubung diperuntukan untuk tahanan khusus seperti tahanan politik bukan tahanan korupsi dan suap.

Interaksi Dengan Pihak Luar (Umum)

Indonesia: Bisa mengajak anak, cucu keluarga untuk masuk kedalam ruang penjara, bahkan perabot untuk momong cucu pun bisa dibawa kedalam dengan bebas.

Indonesia: Bisa mengajak anak, cucu keluarga untuk masuk kedalam ruang penjara, bahkan perabot untuk momong cucu pun bisa dibawa kedalam dengan bebas, ada sofa untuk menerima tamu secara privat dalam kamar, persis seperti di rumah sendiri.

Luar Negeri : Tahanan tidak bisa berinteraksi bebas dengan tamu walau tamu itu keluarga sendiri tetap dilakukan dengan terpisah alias disekat dan terpisah.

Kenyamanan Ruangan Penjara

Indonesia: Tempat tidur (kasur) ukuran untuk dua orang berbentuk springbed nyaman dan empuk, ukuran kamar yang sangat luas, dilengkapi fasilitas AC, Kulkas, TV LCD layar lebar, Karaoke pribadi dengan sound sistemnya.

Indonesia: Tempat tidur (kasur) ukuran untuk dua orang berbentuk springbed nyaman dan empuk, ukuran kamar yang sangat luas, dilengkapi fasilitas AC, Kulkas, TV LCD layar lebar, Karaoke pribadi dengan sound sistemnya.

Luar Negeri : Tempat tidur yang sempit hanya selebar sofa tempat duduk bukan terbuat dari springbed, gerak dikit bisa jatuh kebawah, TV Tabung ukuran kecil (14 “) tidak ada AC mungkin karena sudah dingin cuacanya, ruangan sempit dan terbatas.

Fasilitas Kebugaran (Perawatan Tubuh)

Indonesia: Fasilitas perawatan kulit dan wajah dengan dokter spesialis pribadi.

Luar Negeri: Fasilitas kebugaran hanya fasilitas olah raga bersama walau mewah namun dinikmati bersama dan tidak di ruangan sendiri.

Luar Negeri: Fasilitas kebugaran hanya fasilitas olah raga bersama walau mewah namun dinikmati bersama dan tidak di ruangan sendiri.

Penjara yang cocok untuk koruptor dan tukang suap yang merugikan negara cocoknya di penjara seperti di Al Catraz ini.

Kalau begitu ada beberapa perbedaan yang memang sangat mencolok antara keberadaan sel tahanan mewah antara di luar negeri dan di Indonesia, Lalu dimana pantasnya koruptor, tukang suap di penjara.

Kesimpulannya Indonesia adalah Surga bagi para koruptor tukang suap makelar kasus dan mafia hukum.

Berdasarkan data yang dimiliki ICW, selama 2009 dari 378 terdakwa korupsi namun 224 terdakwa dibebaskan. Kalaupun dipenjara penjaranya enak seperti hotel bintang yah, mana kapok orang korupsi. Korupsi Rp 100 Miliar, dipenjara selama 5 tahun potong remisi tiap 17 Agustusan setahun sekali, 2-3 tahun sudah keluar lalu uang hasil korupsi tadi sudah bisa berbunga bunga bagai hati jatuh cinta, di penjara bisa hidup mewah, sepertinya lagu God Bless (Ahmad Albar) yang judulnya Trauma dah nggak relevan ” Sepinya hidup dalam penjara dst…….” Juga Lagunya D”Lloyd ” Hidup di Bu’i bagaikan burung .Bangun pagi makan nasi jagung ,Tidur di ubin fikiran bingung ,Apa daya badan ku terkurung, Terompet pagi kita harus bangun, Makan di lantai nasinya jagung, Tidur di ubin fikiran bingung, Apa daya badan ku terkurung . Perlu di revisi menjadi Hidup di bu’i bagai kondominium, tidur empuk, makan stik serta burger, Tidur di kasur berbusa empuk, karaoke bisa spa pun boleh. Oh kawan, dengar lagu ini Hidup di bu’i nikmat sekali, andai saja kau mengalami, pasti ingin coba masuk lagi. Apalagi penjara jaman Sekarang. Masuk kurus keluar jadi gemuk. Kerana nikmat dan banyak uang .Nanti keluar bisa beli banyak sawah

Yang sangat Ironis adalah beberapa saat sebelum terbongkarnya praktek kemewahan dalam penjara ini, sang menteri yang berwenang Menkumham Patrialis Akbar sudah melakukan sidak ke rutan tersebut namun tidak menemukan praktek tidak patut ini, kenapa? entahlah hanya bung Akbar yang bisa jawab dan video atau ada tersirat dalam video ini kali ya jawabannya.

Sumber : Ruang Hati

Iklan