Sejak dua hari terakhir, masyakarat Mesir, khususnya ibu kota Kairo, digegerkan oleh kabar dan kasak-kusuk tentang muncul dan turunnya ibunda Almasih (Maryam) di atas gereja-gereja di kota Kairo.

Surat kabar Mesir al-Masri al-Yaum (24/12) mengabarkan, ratusan ribu warga Mesir, baik pemeluk Kristen-Koptik atau pun Muslim, menghabiskan malam tanggal 24 kemarin di jalan-jalan atau tempat terbuka, pasca beredarnya sas-sus bahwa Maryam akan muncul dan turun di atas gereja-gereja di kota Kairo.

Kerumunan rata-rata terpusat di sekitar gereja Koptik di beberapa bilangan Zaitun, Ein Shams (Heliopolis), Ezbet el-Nahl, Marg, Faggala, Masarra, 6 Oktober, Omrania, Imbaba, hingga Qaliubia.

Di sekitar gereja al-Udzara (The Virgin) di bilangan Masarra, hampir 50 ribu orang berkumpul dan berdesakan sambil memandang langit dan melantunkan liturgi kudus, seraya mengatakan “as-Salam laki ya Maryam, keselamatan untukmu wahai Maryam”.

Abdullah, salah seorang warga Muslim yang ikut serta dalam kerumunan itu, mengatakan dirinya tidak meyakini kalau Maryam akan muncul. “Saya hanya ingin ikut bergabung dengan keramaian. Suasananya ramai,” katanya.

Untuk menjaga-jaga suasana, pihak keamanan Mesir pun mengerahkan puluhan ribu pasukan keamanan yang ditempatkan di sekitar kerumunan.

Sebagian orang (Koptik) mengaku melihat sebuah kilatan remang di atas langit, yang diyakininya sebagai penjelmaan Maryam yang tengah ditunggu-tunggu kehadirannya.

Namun demikian, Haji Abdul Badi’, salah seorang pemilik kios yang terletak di depan gereja di bilangan Ein Shams mengatakan, “ketika orang-orang ramai mengatakan ada cahaya, saya pun keluar. Namun saya tak melihat apa-apa. Saya sudah berdagang di kios ini sejak 15 tahun yang lalu. Selama itu saya sering keluar ke jalan dan melihat langit. Tapi biasa saja, saya tak melihat apa-apa”.

Sumber : eramuslim.com