Selama 50 tahun Asterix dan Bangsa Galia masih belum berhasil ditaklukan Bangsa Roma. Sambil berjuang, Bangsa Galia ini mencetak penjualan komik yang memukau. Dan, membuat beberapa desa di Prancis mengklaim diri sebagai desa Bangsa Galia.

Ya, tahun 2009 merupakan perayaan 50 tahun komik Asterix karya pena Rene Goscinny, dan tokohnya merupakan imaji rekaan ilustrator Albert Uderzo. Selama itu pula komik ini sudah terjual sebanyak 325 juta eksmplar, di mana 200 juta sendiri beredar di luar Prancis. Komik ini juga telah diterjemahkan ke 107 bahasa dan dialek.

Sukses di komik mendorong dibuatnya taman bermain Asterix di Prancis 20 tahun lalu, yang sampai saat ini tetap menjadi saingan berat Paris Disneyland dalam menarik pengunjung.

Perayaan ulang tahun emas komik ini pada 29 Oktober 2009 akan ditandai dengan penerbitan edisi ke 34, diikuti berbagai pesta di Paris dan beberapa desa di Brittany, yang mengklaim bahwa di desa mereka lah lokasi sebenarnya desa Bangsa Galia itu.

Memang, Goscinny dan Uderzo memberikan peta lokasi desa Bangsa Galia ini di setiap komik Asterix. Bakan peta desa pada 1 abad sebelum masehi itu diperbesar dengan sebuah kaca pembesar. Sayangnya hal itu malah membuat keberadaan desa itu semakin tidak jelas, karena tidak ada informasi nama tempat lainya. Jadi deh beberapa desa mengaku sebagai desanya Asterix, Obelix, dan Bangsa Galia yang dibenci Julius Caesar ini.

Termasuk masyarakat di Erquy, desa nelayan di semenanjung Breton, sebuah tanjung karang di pantai utara Prancis. “Kamu lihat tiga karang itu? Itu sama persis dengan yang kamu lihat di bawah kaca pembesar,” kata Jean-Pierre Allain, pensiunan penjual buku di desa berpemandangan indah ini, yang juga giat sebagai arkeolog amatir.

Ada petnjuk lain lagi, kata Allain, peta jalur wisata pendakian menyebutkan lokasi yang dipercaya sebagai tempat berkemahnya serdadu Julius Caesar. Lalu penduduk setempat juga sangat yakin menara mercu suar di dermaga desa mereka sangat mirip dengan mercu suar yang tergambar di halaman 4 Asterix and The Mansion of Gods, yang terbit tahun 1971.

“Desa Asterix di sini,” kata Manuel Mendes, perajin batu desa itu. dia menyamakan diri dengan Obelix, kawan karib Asterix, seorang perajin batu yang sangat kuat, yang ke mana-mana slalu membawa menhir.

Karena itu patung Obelix yang besar terpasang di halaman muka rumah Mendes, untuk menandai bahwa di sini lah lokasi sebenarnya dari desa Bangsa Galia.

Namun Erquy tidak sendirian mengaku sebagai desanya Asterix. Sebuah desa lain di Normandia serta sebuah desa di Calais, 460 kilometer dai Erquy, juga melakukan hal serupa.

“Ah, mereka tidak mirip sama sekali,” kata Allain mencela.

Jadi, di mana sebetulnya desa Asterix? Jangan anggap masalah klaim-mengklaim ini sepele, karena persaingan beberapa desa itu itu sampai membuat Uderzo, yang kini berusia 82 tahun, melakukan survei ke desa-desa itu. Pada tahun 1996, dengan naik helikpter, Uderzo terbang di atas Erquy. Dia pun mengatakan bahwa desa itu mirip dengan desa pahlawan Galia itu.

Masyarakat Erquy pun gembira. Sayangnya belakangan Uderzo meralat pernyataanya, dan mengatakan desa Asterix adalah murni hasil imajinasinya di tahun 1959, dan tidak mencontoh dari sebuah desa pun di Prancis. Nah lho. (AFP/ink)warkot

Sumber : Tidak Menarik