Setelah 3.000 tahun, rahasia akupuntur berhasil dipecahkan oleh para peneliti. Morry Silberstein, seorang Profesor di Curtin University of Technology (CUT), Australia telah mengembangkan sebuah teori baru yang menjelaskan secara ilmiah, mengapa akupuntur berhasil.

“Kami tidak pernah benar-benar memiliki penjelasan ilmiah tentang cara kerja akupuntur sebenarnya,” katnya. “Jika kita bisa menjelaskan prosesnya secara ilmiah, maka kita dapat melakukan penelitian yang lebih cermat. Serta mengembangkan cara untuk menggunakannya sebagai bagian dari perawatan medis.”

Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penyisipan sebuah jarum akupunktur ke dalam kulit mengganggu titik percabangan saraf yang disebut serat C, yang mengirimkan informasi tingkat rendah melalui pengindraan jarak jauh.

“Kita telah mengenal selama ini titik akupunktur memiliki hambatan listrik yang jauh lebih rendah daripada areal dekat kulit,” kata Silberstein. “Ada kemungkinan bahwa ini adalah karena saraf cabang serat C pada titik-titik akupunktur.”

Para ilmuwan tidak tahu persis apa peran serat C di dalam sistem syaraf, tetapi Silberstein memiliki teori itu.

“Jaringan syaraf ini mungkin ada untuk mempertahankan kondisi kita dari rangsangan dan penetrasi jarum akupunktur mematikan kepekaan umum terhadap rasa sakit,” katanya.

“Ini dapat memberikan metode-metode baru dari perawatan masalah tidur, rasa sakit dan tekanan darah tinggi,” katanya. Selain itu ini juga akan memperdalam pemahaman kita tentang sistem syaraf otonom. Temuan-temuan tersebut dijadwalkan akan terbit dalam Journal of Theoretical Biology.

Sumber : inilah.com

Iklan