Zeresenay Alemseged, paleontologi Etiopia yang memimpin tim peneliti menemukan 'Selam' yang berusia 3,3 juta tahun, memegang tengkorak seorang anak hominid yang dikenal sebagai Australopithecus, nenek moyang tertua yang pernah ditemukan. (Lealisa Westerhoff/AFP/Getty Images)

Penemuan kerangka manusia yang hidup pada 4,4 juta tahun yang lalu menunjukkan bahwa manusia bukan hasil dari evolusi simpanse-sebagai nenek moyang, para peneliti melaporkan pada hari Kamis (1/10).

Malah ini merupakan mata rantai yang hilang – nenek moyang dari keduanya manusia dan kera modern -adalah berbeda, dan kera telah berevolusi seperti halnya manusia dari nenek moyang yang sama, kata mereka.

Para peneliti menekankan bahwa ‘Ardi’ mungkin sekarang menjadi hominid tertua, tapi ia bukan mata rantai yang hilang. “Pada 4,4 juta tahun yang lalu kami menemukan sesuatu yang sangat dekat berkaitan dengan hal itu,” kata Tim White dari Universitas Berkeley California yang membantu memimpin tim peneliti.

Mereka menggambarkan kerangka parsial mewakili penemuan Ardipithecus ramidus (Ardi). Spesies hominid yang hidup 4,4 juta tahun yang lalu di Etiopia sekarang.

‘Ardi’ jelas adalah nenek moyang manusia dan keturunannya tidak tumbuh seperti simpanse atau kera lainnya, para peneliti melaporkan dalam jurnal Ilmu pengetahuan.

Dia punya kepala dan jari-jari kaki seperti kera yang memungkinkan dia memanjat pohon dengan mudah, tapi tangan, pergelangan tangan dan panggul menunjukkan bahwa ia berjalan seperti manusia modern dan tidak berjalan seperti simpanse atau gorila.

“Orang-orang sedikit banyak mengasumsikan bahwa simpanse modern belum begitu berkembang, bahwa nenek moyang terakhir lebih kurang seperti simpanse dan itu sudah menjadi … garis keturunan manusia … itu telah menyelesaikan semua perkembangan,” kata White .

“Tapi ‘Ardi’ bahkan lebih primitif daripada simpanse,” kata White

Jadi simpanse dan gorila tidak berjalan tegak karena mereka lebih primitif daripada manusia – mereka telah mengembangkan karakteristik ini yang membantu mereka tinggal di hutan.

White, Berhane Asfaw dari Rift Valley Research Service di Addis Ababa dan sebuah tim besar menganalisa semua tulang ‘Ardi’ dan menemukan dia mungkin lebih cinta damai daripada simpanse modern. Misalnya dia tidak memiliki taring tajam dan panjang seperti simpanse yang digunakan untuk berkelahi.

Laki-laki dan perempuan memiliki ukuran gigi yang sama, menunjukkan lebih banyak persamaan dari pada kera modern.

Tetapi otaknya kecil, posisinya lebih mirip dengan Australopithecus dan manusia modern, visual dan persepsi spasialnya lebih menyerupai manusia modern.

Sumber : Era Baru