Bagi pria ini, konsentrasi adalah sesuatu yang mutlak sehingga dengan membutuhkan enam juta helai pencungkil gigi, dia mampu menghasilkan sejumlah replika bangunan-bangunan terkenal di seluruh dunia dalam waktu enam tahun.

Sebagaimana diberitakan Daily Mail, Selasa (15/9) sang seniman yang bernama Stan Munro ini dulunya bekerja sebagai pembawa acara di sebuah televisi. Dan dia membutuhkan lebih dari 170 liter lem guna merekatkan helai demi helai pencungkil gigi sehingga terciptalah replika bangunan seperti Big Ben, Tower Bridge, Vatican, Taj Mahal, Eiffel. Kuil Angkor Wat, Gedung Opera Sydney, Cutty Sark Gedung Chrysler, Menara Petronas, Menara Taipei 101, Gedung Woolworth, Menara Met Life dan sebagainya dengan skala banding 1:164.

Pria yang sudah menikah dan kini berumur 38 tahun ini bisa menghasilkan satu bangunan dalam waktu sebulan hingga 6 bulan. Sebagian besar waktunya dihabiskannya untuk meneliti struktur bangunan yang akan dibuatnya. Dia memanfaatkan gambar-gambar bangunan via internet atau satelit sehingga stukturnya bisa semirip mungkin.

Karyanya ini dipamerkan melalui ajang pameran tunggal yang disebut Toothpick City II – Temples and Towers yang menampilkan lebih dari 40 bangunan tinggi dan tempat ibadah terkenal di dunia. Karya pertamanya yang dipamerkan sebelumnya adalah Toothpick City: History of Skyscrapers dan sudah terjual kepada sebuah museum di Mallorca, Spanyol.

Kini Stan meneruskan sejumlah replika bangunan lainnya di Museum of Science and Technology di Syracuse, New York, Amerika. Diharapkan, karyanya ini akan rampung pada Desember nanti.

Awalnya dia tertarik membuat replika bangunan dari pencungkil gigi ini adalah ketika dia masih di sekolah dulu saat ditugaskan oleh guru membuat bangunan setinggi 6 inci yang bisa menahan sebutir telur. Dan ternyata, hasil rancangannya lebih kokoh dari rancangan siswa lainnya.

“Belum ada seorangpun yang membangun gedung-gedung terkenal di dunia dengan skala bandingnya, apalagi yang terbuat dari pencungkil gigi. Sebenarnya, saya ingin lebih dikenal sebagai sejarawan arsitektur ketimbang seniman,” ujar Stan.global

Iklan