Sebelum menjelang tidur, orangtua seringkali menyampaikan kisah-kisah dongeng kepada anak-anaknya. Dan kisah itu terus berlanjut dari generasi ke generasi berikutnya. Namun, dalam hasil studi terkini terungkap, kisah-kisah dongeng sebelum tidur misalnya Gadis Kecil Bermantel Merah usianya jauh lebih tua dari yang diduga.

Sebagaimana diberitakan Telegraph.co.uk, Minggu (6/9) disebutkan, sebuah studi yang dilakukan oleh para pakar antropologi telah meneliti asal usul kisah rakyat serta melacak hubungan antara kisah-kisah tersebut di seluruh dunia. Para peneliti ini menerapkan sejumlah teknik yang digunakan oleh para pakar biologi dalam menciptakan taxonomik akar kehidupan di mana setiap spesies terungkap berasal dari nenek moyang yang sama.

Dr Jamie Tehrani, antropolog budaya di Durham University telah memelajari 35 versi kisah Gadis Kecil Bermantel Merah dari seluruh dunia. Pada umumnya di Eropa kisah ini mengenai seorang gadis kecil yang ditipu oleh seekor serigala yang menyamar menjadi neneknya.

Sementara versi China menggantikan serigala dengan harimau. Di Iran di mana budayanya tidak memungkinkan seorang gadis kecil berkeliaran sendiri apalagi di hutan, digantikan dengan bocah laki-laki.

Dr Tehrani menemukan bahwa berbagai variasi sudah ada lebih dari 2.600 tahun silam jauh sebelum Charles Perrault dari Prancis menulis versi pertama kisah ini di abad ke-17.

“Selama ini kisah-kisah rakyat banyak mengalami perubahan seperti organisme yang mengalami evolusi.

Disebabkan banyak kisah yang tidak ditulis di masa itu, jadi orang hanya mengandalkan daya ingat saja sehingga kisahnya bergeser dari generasi ke generasi,” jelasnya. Dia menambahkan, dalam penelitian mereka ditemukan kisah rakyat tertua adalah sebuah fabel Aesopic yang tercatat sekitar abad ke-6 Sebelum Masehi.

Sumber : harian-global.com