Dengan penampilan berambut panjang dan berjanggut serta berjubah putih disertai dengan tutur kata yang halus, pria ini memberi kesan sebagai sosok pria suci.

Namun, bagi para pengikutnya di daerah kecil di desa Petropavlovka, Siberia, sebagaimana diberitakan Daily Mail, Minggu (30/8) mantan polisi lalu lintas ini menganggap dirinya sebagai reinkarnasi Yesus Kristus.

Sergei Torop (48 tahun) adalah pemimpin spiritual bagi pengikut yang berjumlah sedikitnya 5.000 orang, di mana para pengikutnya ini bukan saja rakyat jelata, akan tetapi kaum intelektual, artis dan profesional lainnya. Tempat beribadatan mereka berada di desa terpencil di Petropavlovka, lebih dari 2000 mil dari Moskow, Rusia.

Torop dianggap terlahir kembali sebagai ‘Vissarion’ pada 1991 persis ketika Rusia tengah menghadapi krisis keyakinan menyusul runtuhnya tirai besi negara itu. Dia merupakan contoh terakhir rohaniwan yang mirip dengan Rasputin.

Usai menghabiskan waktunya di militer, Torop bekerja sebagai polisi lalu lintas di malam hari di sebuah kota kecil Minusinsk di Siberia hingga ia mengundurkan diri. Diakuinya, tiba-tiba sesuatu “membangunkannya” dan sejak itu dirinya sadar bahwa dia adalah sosok “Yesus” kedua persisnya 2.000 tahun setelah terjadi penyaliban.

Menurut pengakuannya, dia menyadari bahwa Tuhan telah mengirimkannya ke Bumi untuk mengajari dan menyadarkan manusia seputar kejahatan perang dan kehancuran yang telah terjadi pada alam.

Kini, Torop dikenal dengan sebutan Viassarion dan kerap bertemu dengan para penduduk desa di sana. Dan tanggal 18 Agustus merupakan hari istimewa bagi para pengikutnya dan meninggalkan Hari Natal.

Selain itu, waktu di komunitas tersebut dihitung berdasarkan pengukuran kehidupan Vissarion dan disebabkan dia tinggal di gereja selama 48 tahun, maka tahun mereka sekarang adalah 49. Vissarion memiliki enam orang anak dan seorang istri.

Para pengikutnya ditegaskan untuk tidak merokok, minum-minuman keras dan berjudi. Sekitar 300 dari mereka tinggal di gubuk kayu di desa tersebut dan sebuah gereja yang tidak bisa didapatkan di peta manapun.

Di sebuah bukit dekat desa mereka terdapat sebuah lonceng besar yang dibunyikan tiga kali sehari sebagai tanda bagi para pengikutnya untuk meninggalkan pekerjaan dan memulai berdoa.

Namun kritikan muncul di Rusia dengan menuduh Torop menerapkan ajaran untuk menuai keuntungan dirinya sendiri. Baru-baru ini dilaporkan dia mengadakan perjalanan ke Prancis, Italia dan Belanda untuk “menarik” para pengikut baru meski dia mengklaim kunjunganya itu dibiayai oleh negara yang mengundangnya.global