Menipisnya sumber energi di dunia seolah memaksa manusia untuk mencari alternatif sumber energi lain yang dapat diperbaharui.

Setelah sebelumnya para peneliti telah berhasil membuat etanol dari ekstrak tebu dan jagung, kini para peneliti ternyata juga berhasil membuat etanol dari buah semangka.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasi Journal Biotechnology for Biofuels menunjukan bahwa ‘sisa’ semangka dari kebun-kebun di Amerika dapat dikonversikan menjadi 9.4 juta liter atau 2.5 juta galon etanol yang kemudian dapat digunakan untuk menggerakan mobil, truk, atau bahkan pesawat.

Penelitian ini seolah memberi angin segar bagi dunia industri, terlebih bila kita melihat kenyataan bahwa semangka merupakan buah yang ‘sensitif’ dan karenanya 20-40 persen hasil panen semangka itu mudah cacat dan akhirnya membusuk di kebun.

Di Amerika sendiri diperkirakan terdapat 360.000 ton semangka yang ‘tidak jadi’ dipanen setiap tahunnya.

“Jika sebuah gagak mendarat di semangka dan mematuknya, kemudian datang lalat-lalat, itu pertanda tidak baik,” ungkap United States Department of Agriculture in Lane, Oklahoma, Wayne Fish, seperti dikutip Discovery , Sabtu (29/8/2009).

Lebih lanjut Wayne pun bercerita bahwa sebelumnya beberapa petani setempat pernah bertanya-tanya apakah limbah semangka ini bisa diubah menjadi etanol. “Ada petani mengatakan padaku, ‘Aku meninggalkan seperlima dari semangka saya di tanah. Apakah ada yang bisa saya lakukan dengan mereka?,” tutur Wayne.

Tentu saja berkat penelitian itu semua menjadi mungkin adanya. Terlebih lagi, semangka pun dipercaya dapat mengoptimalkan produksi skala industri etanol dari jagung dan tebu.

Angka produksi etanol yang baru mencapai 2.5 juta galon ini memang terbilang sedikit. Apalagi bila kita membandingkannya dengan produksi etanol dari Jagung yang mampu menghasilkan 9 Milyar galon etanol di Amerika saja.

Namun semangka memiliki keunggulan tersendiri, karena bila jagung membutuhkan banyak sekali air untuk proses pengolahannya, semangka tentu tidak seperti itu, karena seperti yang kita tahu, semangka adalah sebuah buah yang memang kaya akan air.

“Ini memang tidak akan menggantikan jagung. Namun tetap menjadi sumber biofuel,” ujar Jim Rausch, selaku presiden dari College Station, perusahaan yang berbasis di Texas Common Sense Agriculture tempat dimana etanol dari semangka ini dikembangkan.

Sumber : oto.detik.com