Peneliti di Duke University Medical Center telah menyelesaikan penelitian mengenai usus buntu yang mengungkap teori Darwin tidak benar.

Peneliti Duke berkolaborasi dengan University of Arizona dan Arizona State University menyimpulkan bahwa Charles Darwin melakukan kesalahan ketika menyebut usus buntu sebagai organ vestigial.

Teori Darwin mengenai usus buntu pada manusia dan primata lainnya menyebut merupakan peninggalan evolusioner pada susunan yang disebut cecum, yang digunakan oleh nenek moyang kita untuk mencerna makanan.

Penelitian terbaru telah menemukan beberapa mahkluk hidup, seperti pukang (lemur), hewan pengerat dan beberapa jenis dari tupai terbang, memiliki usus buntu yang ada di cecum besar dan berfungsi untuk pencernaan.

Assistant Professor, William Parker mengatakan Darwin tidak memiliki informasi yang dimiliki oleh mereka.

“Apabila Darwin memiliki perhatian tentang spesies yang memiliki usus buntu di cecum yang lebih besar dan apabila ia mengetahui mengenai jenis usus buntu yang ada, mungkin tidak akan menyatakan bahwa usus buntu sebagai sebuah sisa dari evolusi,” katanya.

Penelitian tersebut dijelaskan pada Jurnal of Evolutionary Biology.

Sumber : inilah.com