Rumah Mohzahri di Temanggung. Foto Koran SI

JAKARTA – Hasil pemeriksaan sidik jari oleh para analis menyebutkan, teroris yang ditembak mati personel Densus Antiteror 88 di Temanggung, Jawa Tengah, bukanlah Noordin M Top.

Analisis ini semakin dikuatkan dengan perbedaan struktur wajah antara Noordin dan jenazah yang ditemukan di rumah Mohzahri di RT 1 RW 12, Dusun Beji, Desa Kedu, Temanggung, Jawa Tengah pada Sabtu lalu.

Berdasarkan keterangan dari sumber di kepolisian, Noordin M Top hingga kini masih bebas berkeliaran. “Itu bukan Noordin. Kami tahu dari struktur wajah dan sidik jarinya,” ujar sumber tersebut seperti dilansir dari The Australian, Senin (10/8/2009).

Atas temuan ini, polisi lantas meneruskan perburuan gembong teroris paling dicari di Indonesia itu. Kepala Desk Antiteror Mankopolhukam Ansyad Mbai ketika dikonfirmasi menolak berkomentar tentang identitas pria yang tewas ditembak Densus 88 di Temanggung. Dia meminta media menunggu hasil resmi tes DNA yang akan keluar beberapa hari ke depan.

Noordin (40) adalah warga negara Malaysia yang dicari karena diduga terlibat dalam sejumlah kasus peledakan di Indonesia. Seperti Bom Bali dan Bom Kuningan. Kepala Noordin oleh Pemerintah Indonesia dihargai USD100.000.

Sumber dari kepolisian mensinyalir Noordin berhasil lolos dari rumah Mohzahri sebelum polisi mengepung rumah yang dikelilingi sawah dan bukit tersebut sekira pukul 16.00, Jumat, 7 Juli lalu. “Kami tidak secepat dia,” ujarnya.

Sumber :  okezone.com