lmuwan di Eropa memanfaatkan gigitan nyamuk untuk menyuntikkan vaksin malaria (Foto: News Yahoo)

LONDON – Jika selama ini gigitan seekor nyamuk menjadi penyebar penyakit, para ilmuwan di Eropa melakukan percobaan dengan memanfaatkan gigitan nyamuk sebagai jarum alami untuk memvaksin parasit malaria.

Nyamuk-nyamuk tersebut bertindak layaknya jarum jarum terbang untuk menyuntikkan parasit malaria hidup melalui gigitannya ke tubuh manusia.

Hasilnya, sungguh menakjubkan. Kelompok partisipan yang divaksinasi dengan gigitan nyamuk mendapatkan kekebalan tubuh.

Sebaliknya, partisipan yang berada dalam kelompok yang tidak divaksin, tidak mendapatkan kekebalan tubuh. Sehingga itu berarti mereka masih sangat mungkin untuk tertular malaria.

Namun studi tersebut masih merupakan test pembuktian kecil dan metode tersebut belum diterapkan untuk skala besar.

Namun bagaimanapun, hal ini sangat membantu para ilmuwan untuk mengembangkan vaksin yang efektif untuk melawan salah satu penyakit mematikan ini.

“Vaksin malaria yang efektif akan segera hadir secara nyata,” tulis Dr Carlos Campbell, dalam New England Journal of Medicine.

Dalam laporannya yang dilansir oleh News Yahoo, Jumat (31/7/2009), Campbell menyebutkan hasil studi itu menunjukkan bahwa parasit malaria merupakan vaksin yang ampuh untuk sebuah sudut pandang tertentu.

“Nyamuk yang terjangkit parasit malaria menyuntikkan parasit malaria yang belum dewasa ke kulit manusia. Selanjutnya, parasit tersebut itu akan menuju organ hati korban yang digigitnya dan memanfaatkannya sebagai tempat untuk berkembang biak dan tumbuh menjadi dewasa,” kata Campbell.

Selanjutnya, parasit malaria yang telah dewasa akan memasuki aliran darah dan membuat orang sakit. Namun jika seseorang telah mengalaminya berkali-kali, maka dia akan kebal terhadap penyakit ini. (srn)

Sumber : okezone.com