Gambar rekaan artis yang menunjukkan bintang neutron seukuran sebuah kota yang terletak di pusat cakram plasma panas yang ditarik dari bintang merah pasangannya. Bintang neutron berputar makin lama makin cepat (ratusan kali perdetik) memancarkan sinar partikel yang amat kuat dan denyutan X-ray. (W. FEIMER/GSFC/NASA)

Untuk kali pertama, ilmuwan dapat menyaksikan kelahiran kembali sebuah pulsar yang berputar lambat menjadi pulsar supercepat dengan pertambahan usia yang tak terhingga.

Kebanyakan pulsar berputar relatif lambat dengan kecepatan 10 putaran perdetik atau kurang. Tapi pada pulsar yang satu ini, kecepatan putarnya melonjak menjadi 592 putaran perdetik dengan bantuan “bintang pendamping” yang mengorbitnya yang juga membuang sebagian isi materinya ke pulsar tersebut, sehingga membuat pulsar berputar semakin cepat.

Penemuan ini ditemukan saat tim internasional astrofisik dari AS, Kanada, Australia, Belanda, dan Puerto Rico, yang dipimpin oleh mahasiswi PhD Anne Archibald, dan Profesor Victoria Kaspi dari McGill University di Montreal, Kanada, sedang melakukan survei besar-besaran radio luar angkasa.

“Kami tahu bahwa pulsar yang normal umumnya berdenyut dalam spektrum radio selama satu hingga sepuluh juta tahun, tapi pada akhirnya denyutan tersebut semakin melambat,” jelas Profesor Kaspi dalam sebuah pernyataan. 

Tapi beberapa dari pulsar ini mengalami “daur ulang” dan berubah menjadi pulsar berkecepatan milidetik. Bahkan kecepatan putar mereka bisa menjadi sangat cepat dan tiada berhenti. Bagaimana caranya alam menciptakan semua ini?

Pulsar yang, dinamakan PSR J1023+0038 ini, adalah bintang neutron super padat, yang terbentuk dari inti bintang padat yang meledak. Pulsar ini berjarak 4.000 tahun cahaya dari bumi dan memiliki ukuran sebesar sebuah kota.

Sudah sejak lama para ahli astronomi dibuat kebingungan mengenai asal mula pulsar milidetik. Pada awalnya muncul dugaan bahwa ketika materi dari bintang pendamping jatuh ke dalam medan gravitasi pulsar, akan membentuk piringan datar berputar di sekitar bintang neutron, namun proses ini belum pernah terlihat.

Sekitar 10 tahun lalu, sebuah tim lain pernah menemukan cakram materi berputar di sekitar PSR J1023+0038, yang pada saat itu hanyalah sebuah pulsar biasa. Cakram tersebut pada akhirnya hilang, seiring dengan munculnya pulsar milidetik. Penelitian ini telah dipublikasikan online di jurnal Science. (Epochtimes/pls)

Sumber : erabaru.or.id

Iklan