Seorang gadis berusia 16 tahun asal Wales yang mencetak sejarah karena memiliki “dua jantung” kini sepenuhnya sehat.

Ketika masih bayi, Hannah Clark mendapat cangkok jantung yang ditempelkan di jantung aslinya.

Para dokter mengatakan, jantung asli Hannah kini bekerja sempurna, 3,5 tahun setelah jantung cangkoknya diangkat. Sir Magdi Yacoub, dokter bedah yang memimpin operasi cangkok jantung Hannah ketika berusia 2 tahun, mengaku terkejut dan senang luar biasa. Demikian dilaporkan jurnal Lancet, Senin (13/7).

Operasi cangkok itu berlangsung 1995 dan menyelamatkan nyawa Hannah karena dia mengalami kelainan cardiomyopathy, kondisi yang membuat jantungnya membesar dua kali lipat dan berisiko copot dalam setahun.

Jantung donor yang ditanam itu mampu menjalankan tugasnya memompa darah ke sekujur tubuh Hannah sehingga memungkinkan jantung aslinya beristirahat. Namun, 10 tahun kemudian, di usia 12 tahun, Hannah asal Mountain Ash dekat Cardiff mengalami masalah kesehatan karena efek mengonsumsi obat-obatan untuk mencegah penolakan organ donor. Hannah kemudian mengidap tumor yang mulai berkembang dan harus menjalani kemoterapi.

Untuk kemoterapi, tim dokter harus mengurangi obat pencegah penolakan organ (immunosuppressants). Dampaknya, tubuh Hannah menolak jantung cangkok tersebut. Tim dokter di London’s Great Ormond Street Hospital hanya mempunyai satu pilihan, yakni mencopot jantung cangkok itu.

Pada 3,5 tahun kemudian, jantung asli Hannah bisa bekerja sendiri tanpa pengobatan setiap hari. “Tiga tahun berlalu, Hannah pulih sepenuhnya,” kata dokter Sir Magdi dan Victor Tsang.

Sir Magdi menggambarkan pulihnya jantung Hannah sebagai keajaiban. Sebuah sejarah kesehatan kembali ditorehkan Hannah dan tim dokternya. “Kami tidak memperkirakan jantungnya pulih. Sebuah jantung yang sama sekali tidak kontraksi itu kini berfungsi normal. Ini menunjukkan kemungkinan pulihnya jantung tersebut,” katanya.

Hannah merasa beruntung masih hidup. “Saya tidak akan di sini hari ini jika tidak ada donor dan tim dokter bedah yang melakukan operasi. Saya sungguh bersyukur,” katanya.

“Saya tidak mengonsumsi obat lagi kecuali obat penyaring udara untuk asma saya. Saya sungguh gembira bisa mengawali pekerjaan dengan binatang. Saya tidak bisa melakukan itu sebelumnya karena bulunya bisa berdampak pada dadaku,” katanya.

Sumber : kompas.com