“Jejak” dinosaurus berusia 150 juta tahun ditemukan di tepian Loch Ness, Skotlandia –namun jejak berupa fosil tersebut tidak berasal dari monster legendaris yang menghuni danau itu, demikian diungkapkan para ilmuwan hari Rabu lalu (16/7).

Fosil yang berupa empat tulang belakang lengkap dengan syaraf dan urat nadinya itu dipercaya merupakan bagian dari tubuh plesiosaurus, reptil pemakan daging yang menghuni lautan dan memiliki leher panjang. Ia ditemukan oleh Gerald McSorley, 67, di perairan dangkal tepi loch (loch dalam bahasa setempat berarti danau).

McSorley, yang pensiunan itu menyerahkan fosil ke Museum Nasional Skotlandia, yang kemudian mempelajari satu-satunya fosil plesiosaurus dari negara itu. Adapun kondisi dan penemuan fosil dari jaman Jurassic tersebut menjadi pertanyaan besar. “Asal-usul fosil ini masih sangat kabur… apakah ia tergeletak di sini karena kesengajaan atau memang ada sejak dahulu kala,” ungkap juru bicara museum, Hannah Dolby.

“Penelitian pada materi fosil menunjukkan bahwa ia berasal dari lingkungan laut, bukan lingkungan air tawar seperti Loch Ness,” kata Dolby. “Entah bagaimana plesiosaurus yang binatang laut itu bisa sampai sini,” lanjutnya.

Nessie, Sang Monster Loch Ness

Plesiosaurus yang hidup antara 200 juta hingga 65 juta tahun lalu, yakni pada masa Jurassic dan Cretaceous, memang memiliki kemiripan dengan makhluk yang dipercaya sebagai Nessie, sang monster Loch Ness. Namun para ilmuwan menekankan bahwa fosil itu bukan Nessie –seandainya Nessie memang ada– karena Loch Ness belum terbentuk hingga akhir Jaman Es, sekitar 12.000 tahun lalu.

Seperti diketahui, legenda tentang keberadaan monster raksasa yang menghuni Loch Ness telah menjadi cerita rakyat sejak berabad-abad lalu. Mereka yang mengaku pernah melihatnya melukiskan Nessie sebagai binatang seperti naga berwarna hitam dengan tubuh besar dan leher panjang.

Berbagai ekspedisi telah dilakukan untuk menemukan monster itu, termasuk menggunakan radar dan kamera bawah air modern. Sampai kini bahkan ada beberapa kamera yang dipasang di kedalaman Loch Ness untuk mencari Nessie. Tidak terhitung pula penyelaman-penyelaman yang dilakukan untuk tujuan sama. Namun demikian, yang ada hanyalah foto-foto amatir dari para pengagum Nessie yang diragukan keasliannya.

Yang jelas bagi mereka yang percaya Nessie, penemuan fosil itu merupakan bukti keberadaan monster tersebut. McSorley sang penemu fosil sampai berkata, “Saya selalu percaya akan keberadaan monster Loch Ness, dan tulang ini menjadi buktinya.”

Sumber : ilmuscience.co.cc

Iklan