Dugaan sebelumnya bahwa pesawat Yemeni Airways yang mengalami kecelakaan di Samudera Hindia tidak menyisakan satupun orang yang selamat ternyata tidak terbukti. Seorang balita akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat saat terapung di tengah laut.

Bocah berusia 4 tahun itu, seperti dilansir CNN, Selasa (30/6), ditemukan petugas pencarian saat mengapung di tengah laut. Menurut petinggi Yemeni Airways Abdulkhalek al-Kadi, balita itu telah mendapat penanganan di rumah sakit.

“Seorang bocah telah ditemukan selamat. Kami berharap dapat menemukan lagi yang lain,” ucapnya.

Awalnya, pejabat Komoro menduga kuat tidak ada korban yang selamat dalam insiden itu. Hal itu bahkan diungkapkan oleh Wakil Presiden Idi Nadhoim. Dia menyebut, tidak ada tanda-tanda yang selamat dalam insiden tersebut. Hanya terlihat sejumlah jenazah yang mengapung dan banyak puing yang terlihat ada di atas perairan.

“Ini sebuah mukjizat. Saya sangat gembira ada seorang balita yang selamat. Walaupun saya sedih melihat kondisi korban lainnya,” kata Jon Cox, seorang pakar penerbangan.

Insiden itu terjadi saat pesawat hendak mendekati Bandara Hahaya di Moroni, Komoro. Pesawat berusaha melakukan manuver memutar 180 derajat sebelum akhirnya terhempas di atas laut. Pejabat berwenang juga tidak tahu mengapa pesawat itu tidak dapat mendarat mulus.

Pesawat bernomor 626 itu berangkat dari Sanaa, Yaman, pada 09.30 waktu setempat dan telah empat setengah jam berada di atas udara untuk menuju Paris, Prancis. Pesawat yang mengangkut 142 penumpang dengan 11 kru pesawat itu mengalami kecelakaan pada pukul 02.30 waktu setempat.

Sebelumnya diberitakan Yemeni Airways dengan 150 penumpang mengalami kecelakaan di perairan Samudera Hindia tak jauh dari kepulauan Komoro. Namun, belum ada informasi secara rinci mengenai lokasi kecelakaan maupun korban yang jatuh.

“Kami tidak tahu apakah di antara 150 penumpang di pesawat yang mengalami kecelakaan itu ada yang selamat,” kata Wakil Presiden Komoro Idi Nadhoim, seperti dilansir BBC, Selasa (30/6).

Pesawat milik Yemenia Air itu, menurut dia, mengalami kecelakaan pada Selasa dini hari. Namun, belum dapat diperkirakan di mana lokasi persis pesawat itu mengalami kecelakaan.

Data secara rinci penerbangan itu juga belum diketahui. Informasi yang didapat hanya menyebutkan, pesawat itu berangkat dari Sanaa, Yaman, pada sekitar pukul 02.30 waktu setempat dengan tujuan Paris, Prancis.

Warga di sekitar bandara tempat keberangkatan pesawat itu menyebutkan, sedikitnya 100 warga berusaha mencari informasi mengenai kecelakaan itu. Namun, tak satupun yang mendapatkan jawaban karena memang belum ada informasi mengenai kecelakaan itu.

Komoro adalah negara yang memiliki tiga pulau yang terletak 300 km barat laut Madagaskar di selat Mozambik.

Sumber : lintasberita.com

Iklan