DES MOINES, Fenomena aneh di langit lowa yang dipotret Jane Wiggns pada Juni 2006 lalu mendorong ilmuwan memaklumatkan jenis awan baru. Awan yang disebut pemotretnya sebagai armageddon itu tidak masuk tiga kriteria yang sudah lazim. yaitu kumulus, sirus, dan stratus.

Untuk sementara, oleh para ilmuwan, awan armageddon tersebut diberi nama ilmiah altocumulus undulatus asperatus “Awan jenis ini punya klasifikasi tersendiri” ujar Gavin Pretor-Pinney. Pakar awan dari Cloud Appreciation Society yang bermarkas di inggris, kepada Associated Press Kemarin (13/6)

Tapi, Brant Foote dari National Centre for Atmospheric Research di Colorado mengelompokan awan itu kategori kumulus.

Konon, awan gelap yang berombak-ombak tersebut belum pernah terlihat sejak 1951. “Benar-benar seperti armageddon, bayang-bayang awannya, warnanya, dan latarnya yang berwarna kuning kehijauan. Awan itu juga terus berubah-ubah”, terang wiggins yang menyaksikan itu dari lantai 11 kantor hukum tempatnya bekerja. Fotografer amatir asal Cedar Rapids, lowa, tersebut langsung mengabadikan momen itu dalam kamera.

Namun, Foote dan sejumlah ilmuwan lain menolak menyebut awan armageddon itu sebagai awan baru. Mereka yakin, para pengamat awan dan cuaca yang mendeklarasikan kategori awan pada 1951 sudah pernah melihat pemandangan langit semacam itu sebelumnya. “Tidak lazim menyebut formasi seperti itu sebagai jenis baru. Tidak ada kondisi atmosfer apa pun yang bisa menimbulkan lahirnya formasi baru”, tandasnya.

Untuk menyikapi perbedaan tersebut. Direktur Komunitas Pengapresiasi Awan Paul Hardaker membentuk tim kecil. “mereka bertugas mengumpulkan bukti untuk menganalisis lebih jauh fenomena tersebut. Termasuk, menanyai sang fotografer terkait dengan waktu dan lokasi pengambilan gambar serta musim yang sedang berlangsung saat itu” urainya kepada Asbury Park Press.

Sumber : infogue.com