Satelit Aqua milik NASA (Foto: http://www.stormcenter.com)

WASHINGTON – Untuk pertamakalinya ilmuwan melakukan analisa secara global mengenai kesehatan dan produktivitas tumbuhan laut dengan menggunakan sinyal unik yang dideteksi Satelit Aqua milik NASA.

Dengan memanfaatkan teknologi Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada Satelit Aqua milik NASA, ilmuwan kini dapat mengamati pijaran cahaya merah dari phytoplankton yang nampak pada permukaan laut. MODIS merupakan perangkat pertama yang bisa mengamati sinyal cahaya merah ini dalam skala global.

Hal ini memudahkan peneliti melakukan riset kelautan dari jarak jauh dengan mengukur banyaknya pijaran cahaya merah yang dipancarkan phytoplankton. Mereka bisa menaksir seberapa efisien tumbuhan mikroskopik ini mengubah cahaya matahari menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesis.

People’s Daily Online, Jumat (29/5/2009) melansir, Phytoplankton bersel satu yang memenuhi ekosistem laut, merupakan sumber makanan dasar bagi hewan laut. Tumbuhan ini menguasai setengah dari aktivitas fotosintesis di bumi dan memainkan peranan penting dalam keseimbangan karbondioksida dalam atmosfer bumi.

Oleh karenanya jika phytoplankton dapat tumbuh dengan subur dan sehat, hal ini akan mempengaruhi jumlah karbondioksida yang dapat diserap dari atmosfer. Dengan begitu, semakin jelas bahwa laut tak kalah penting peranannya dalam isu perubahan cuaca.

“Teknik yang memanfaatkan satelit ini merupakan metode pertama yang bisa mengukur tingkat kesehatan dan produktivitas phytoplankton di dalam lautan,” kata Michael Behrenfeld, ahli biologi dari Oregon State University.

“Beruntung kita memiliki perangkat baru yang sangat penting untuk memantau perkembangan phytoplankton di seluruh dunia, setiap pekannya,” tambahnya.

Sebelumnya, ilmuwan menggunakan sensor satelit untuk melacak jumlah tanaman yang hidup di dasar laut dengan mengukur jumlah dan distribusi kadar klorofil atau zat hijau daun.
(srn)

Sumber : okezone.com

Iklan