(Daily Mail) Cara kerja perawatan untuk memulihkan penglihatan dengan sel punca

SYDNEY, KOMPAS.com – Beberapa ilmuwan telah mengembangkan lensa kontak yang dilapis dengan sel punca untuk memulihkan penglihatan pada pasien yang menderita kebutaan. Kontak lensa tersebut diyakini dapat mencelikkan kembali mata pasien yang mengalami kebutaan.

Operasi penanaman lensa kontak ini membawa penyembuhan signifikan bagi gangguan penglihatan dalam hitungan waktu beberapa pekan. Prosedur penyembuhan itu menggunakan sel pasien bersangkutan yang menderita kebutaan untuk menyembuhkan kerusakan pada kornea – lapisan paling luar mata yang transparan.

Operasi itu dilaksanakan dengan pembiusan lokal dan pasien dapat segera berobat jalan seusai menjalani operasi selama 2 jam. Dengan demikian, pasien dapat menghemat pengeluaran karena tidak harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Sejauh ini telah 3 pasien yang menjalani perawatan tersebut akibat penurunan fungsi penglihatan yang diakibatkan oleh gangguan kornea. Penyakit ini dikenal sebagai penyebab ke-4 terbesar dari kebutaan yang berdampak terhadap sekitar 10 juta penduduk di seluruh dunia. Gangguan pada kornea itu dapat diakibatkan oleh masalah genetika, infeksi atau kemoterapi, serta perawatan kesehatan yang biasa mencakup transplantasi dan obat-obatan seperti steroid.

Tim dari Universitas New South Wales di Sydney telah memanfaatkan daya sel punca atau ‘master cells’ dengan kemampuan berubah wujud ke tipe sel lain. Tim ini mengeluarkan sejumlah sampel kecil dari sel punca mata dua pria dan satu wanita yang mengidap gangguan kornea dan mengembangkan sel itu pada sebuah lensa kontak.

Menurut jurnal Transplantation, sel punca yang telah dilapisi dengan lensa kontak kemudian ditanam pada mata pasien selama sekitar 3 pekan. Selama masa itu, sel punca melepaskan diri dari lensa dan mulai bekerja menyembuhkan kornea yang rusak.

Penggunaan sel pada pasien mempunyai arti bahwa tidak diperlukan lagi donor. “Tidak seperti pada teknik penyembuhan lain, teknik ini tidak memerlukan produk bantuan dari hewan atau orang lain, selain serum yang terdapat pada pasien. Tidak diperlukan operasi besar atau perlengkapan operasi canggih untuk menanam lensa kontak,” kata ahli riset Dr Nick Di Girolamo.

Periset berharap teknik penyembuhan ini dapat diadaptasi untuk organ mata lain seperti retina atau bahkan organ tubuh lainnya. Kerusakan pada pembuluh darah retina berada di balik serangkaian kondisi yang berdampak terhadap kehilangan fungsi penglihatan termasuk pada banyak kasus age-related macular degeneration (ARMD), penyebab utama dari kebutaan pada usia lanjut.

“Selama pasien diberi tahu bahwa prosedur perawatan ini masih eksperimental dan kemungkinan resikonya belum diketahui maka mereka boleh mendapatkan perawatan itu. Penggunaan sel punca pada pasien dalam hal ini tidak mengundang kontroversi seperti pada transplantasi kulit,” ujar Professor Loane Skene dari University of Melbourne.

“Studi berskala kecil atas hasil riset tersebut mengungkap prospek menjanjikan dari penggunaan lensa kontak itu. Kami masih menantikan perkembangan lebih lanjut dari hasil riset inovatif ini,” ujar Sonal Rughani dari RNIB di Inggris.

Hasil riset itu merupakan salah satu studi yang dilaksanakan di seluruh dunia dengan tujuan menggunakan sel punca bagi penyembuhan mata dari kebutaan.