OKLAHOMA – Para ilmuwan yang sangat penasaran dengan tornado, mengulik lebih dalam salah satu fenomena alam yang sangat menakjubkan sekaligus membahayakan tersebut dengan mengadakan eksperimen pencarian tornado yang sangat canggih.

Eksperimen yang dijuluki VORTEX2 (Verification of the Origins of Rotation in Tornadoes Experiment 2) merupakan eksperimen terbesar dan paling ambisius yang pernah dilakukan para ilmuwan dalam meneliti fenomena tornado, demikian keterangan yang dikutip dari CNN, Jumat (15/5/2009).

VORTEX2 yang dilaksanakan pada 13 Juni lalu di Oklahoma dan sekitarnya ini melibatkan hampir 100 orang ilmuwan dan mahasiswa dari berbagai Universitas dan Institusi Riset.

“Temuan penting dari ekperimen VORTEX2 adalah faktor yang paling bertanggung jawab menyebabkan terjadinya tornado,” kata Stephan Nelson, direktur program NSF Physical and Dynamic Meteorology.

Pada saat eksperimen dimulai, tim peneliti tak perlu menunggu lama untuk menemukan target penelitian mereka. Badai tornado datang mengitari empat daerah bagian di Midwestern, menewaskan tiga orang di utara Missouri, dan menyapu lusinan rumah dan bangunan nyaris tanpa sisa.

Para peneliti badai tersebut kemudian mempelajari bagaimana dan kapan badai tornado terbentuk dan mengapa beberapa badai kencang lainnya tidak menghasilkan tornado. Mereka berharap temuan dari beragam pertanyaan mengenai tornado ini dapat membantu meningkatkan tingkat kewaspadaan menghadapi badai mematikan ini.

“Kemajuan terbaru dalam pengetahuan mengenai tornado ini menggambarkan contoh lebih detil mengenai bentuk, temperatur, dan tingkat kelembaban tornado. Segala temuan ini akan menghantarkan kita untuk lebih memahami bagaimana tornado terbentuk dan bagaimana mereka dapat diprediksi lebih akurat,” kata Nelson.

Hasil temuan VORTEX2 dihadirkan pada presentasi ilmiah di Penn State University. Dalam konferensi ini dikemukakan juga rencana eksperimen VORTEX berikutnya yang dijadwalkan 1 Mei hingga 15 Juni 2010 nanti. (srn)

Sumber : okezone.com