Punahnya manusia Neanderthal sekitar 30.000 tahun silam masih memicu perdebatan dan menyisakan misteri di kalangan para ilmuwan selama beberapa abad. Namun, sebagaimana diberitakan Daily Mail, Minggu (17/5) disebutkan, seorang pakar fosil terkemuka berkesimpulan bahwa punahnya manusia Neanderthal oleh karena bertemu dengan manusia modern yang kemudian membunuh dan menyantapnya.

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil temuan fosil tulang rahang yang ditemukan di Les Rois, baratdaya Prancis dalam sebuah studi yang dilakukan Journal of Anthropological Sciences. Potongan tulang tersebut mirip dengan yang tersisa di jasad rusa dan hewan-hewan lain yang dibantai oleh manusia di Zaman Batu. Diyakini daging tersebut dimakan oleh manusia modern dan giginya digunakan untuk hiasan kalung.

Pemimpin riset ini, Fernando Rozzi, dari Centre National de la Recherche Scientifique, Paris mengatakan, “Manusia Neanderthal mengalami nasib yang tragis di tangan nenek moyang manusia modern. Sepertinya, bukti kanibalisme pada nenek moyang manusia modern telah ada.”

Rozzi yakin tulang rahang tersebut memberikan bukti bahwa manusia Neanderthal diserang oleh manusia modern yang membawa jasadnya ke gua untuk disantap. Sementara, giginya digunakan sebagai hiasan kalung dan tengkorak kepalanya sebagai piala.

Satu teori lain menyebutkan, manusia Neanderthal punah akibat ketidakmampuan mereka dalam bersaing dengan manusia modern untuk mencari makanan, di mana manusia modern sudah dibekali dengan otak yang lebih cerdas. Sementara itu, ilmuwan lainnya berspekulasi bahwa manusia Neanderthal lebih rentan dengan perubahan iklim global.

Neanderthal adalah anggota genus Homo yang telah punah dan berasal dari zaman Pleistosen. Spesimennya ditemukan di Eropa dan Asia Barat dan Tengah. Neanderthals dapat diklasifikan sebagai subspesies manusia (Homo sapiens neanderthalensis) atau spesies yang berbeda (Homo neanderthalensis). Jejak proto-Neanderthal pertama muncul di Eropa 600.000-350.000 tahun yang lalu.

ARI JULIANTO | GLOBAL

FOTO | WIKIPEDIA