Sebuah laporan terbaru menyebutkan kalau Facebook telah berubah menjadi situs penyebar kebencian sosial. Kabarnya, Facebook kini telah dijejali oleh kelompok yang memromosikan kekerasan rasial, homoseksual dan terorisme.

Berdasarkan laporan Simon Wiesenthal Center (sebuah lembaga penelitian) yang dirilis pada Jumat (15/5) menyebutkan bahwa jumlah kelompok bermasalah di situs pertemanan semacam Facebook, MySpace maupun Youtube telah meningkat sebesar 25%.

Simon Wiesenthal Center menyebut terdapat lebih dari 10.000 situs, kelompok di situs pertemanan, portal, blog, ruang chat, video dan game di internet yang bermasalah.

Sementara kelompok militan semacam Hezbollah, Taliban, al Qaeda, FARC Colombia juga menggunakan situs pertemanan itu untuk merekrut anggota baru. Dalam beberapa tahun terakhir kelompok penyebar kebencian telah meningkat drastis.

Simon Wiesenthal Center menyebut Facebook sering kali menghapus anggota/kelompok yang melanggar peraturannya. “Namun dengan jumlah pengguna yang kini lebih dari 200 juta, Facebook kewalahan menghapus ekstrimis online yang ada,” ungkap lembaga itu.

Abraham Cooper dari Simon Wiesenthal Center itu mengatakan, situs YouTube juga telah melakukan hal yang sama. Konten rasis di YouTube sudah sering dihapus. Namun user bisa dengan mudah membuat profil, channel atau mengirim materi yang baru.

Kelompok ekstrimis juga membuat situs jaringan sosial sendiri. Salah satunya adalah “New Saxon,” yang digambarkan sebagai “situs jejaring sosial khusus untuk keturunan Eropa”. Situs ini dibuat oleh kelompok Neo-Nazi Amerika yang disebut National Socialist Movement. (Indah PM/INFOKOMPUTER)

Iklan