BEKASI (KONTEKAJA) – Kota Bekasi akan menerima dana sebesar 10 euro untuk setiap ton sampah yang diolah menjadi pupuk alami serta energi listrik yang dihasilkan melalui proses biogas dari sampah.

Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad, di Bekasi, Rabu mengatakan, kegiatan pengolahan sampah terpadu di Bantargebang Kota Bekasi telah membuat bank dunia dan masyarakat dunia turut serta dalam upaya penyelamatan bumi dari kegiatan tersebut.

“Kompensasi itu diberikan terkait aktivitas pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Sampah menghasilkan limbah gas metan yang ekuivalen dengan 20 kali karbondioksida yang dihasilkan melalui limbah kendaraan bermotor,” katanya. 

Untuk mendapatkan dana tersebut, kata dia, perlu dibuat proposal dan disetujui lembaga C4t Clinton Global sebagai persyaratan mendapatkan kompensasi pengolahan sampah.

Ia menyatakan, setiap hari jutaan gas metan dihasilkan di Kota Bekasi dan Jakarta yang mampu membuat lapisan ozon makin tipis bila tidak dikelola dengan baik, sebagaimana yang telah dilakukan sekarang melalui TPST (tempat pengolahan sampah terpadu).

“Kini potensi perusak lapisan ozon itu bahkan menjadi pupuk organik, menghasilkan energi listrik dan lainnya yang sangat bermanfaat bagi kegiatan pertanian dan jasa,” kata Mochtar Mohamad.

Dari hasil pemanfaatan sampah, katanya, akan menjadi pemasukan bagi kas daerah kota Bekasi. Dana yang terkumpul mampu mendanai 37 persen pendidikan gratis serta kesehatan gratis bagi warga setempat.

Ia menegaskan, sampah bukan lagi menjadi limbah yang ditakutkan dan bahkan TPST Bantargebang siap menampung lebih banyak limbah lagi untuk diolah.

Menurut dia, 10 tahun lalu di tempat pembuangan sampah Bantargebang orang tidak akan mampu tinggal selama 30 menit saja akibat bau menyengat, namun sekarang bahkan acara deklarasi calon presiden Megawati Soekarnoputri dan pasangannya Prabowo Subianto akan digelar di TPST Bantargebang.

Sumber : infogue.com