Peti mati kuno berusia ribuan tahun.

Sebuah makam purbakala Mesir ditemukan di dekat piramid terbuat dari bata lumpur di Lahun, menunjukkan telah digunakan 1.000 tahun lebih awal dibandingkan dengan dugaan para arkeolog sebelumnya.

Tempat pemakaman itu, berada sekitar 130 km di selatan Kairo, yang sebelumnya dipekirakan digunakan pada masa Fira’un Senuseret II sekitar 4.000 tahun lalu.

Wilayah itu mulai terkenal bulan lalu ketika ditemukan peti mumi dilokasi tersebut.

Tetapi, penemuan pecahan artefak bahan tembikar menuntun ke pembuktian bahwa Lahun adalah tempat yang penting sekitar 5000 tahun yang lalu, jauh sebelum piramid dibangun.

Diantara penemuan berikutnya terdapat tangga kuno dan sebuah peti mati.

Peti dari kayu itu berisi jenazah seorang laki-laki yang meninggal ketika berusia 40-an tahun.

Dari ukiran-ukirannya, arkeologis menyebutkan orang itu seperti tokoh dalam pemerintah Mesir dinasti kedua.

Hadiah

Jenazah tersebut tidak diawetkan dengan baik, seperti kuburan pada era sebelum masehi dimana orang Mesir yang meninggal dijadikan mumi.

Tetapi para ahli purbakala menemukan sejumlah barang berupa hadiah milik laki-laki tersebut, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Kairo Christian Fraser.

Hadiah itu berupa meja persembahan, sebuah penutup kepala, dua tombak dan tempat tidur yang terbuat dari kayu cemara dari Lebanon.

Dengan penemuan bagian-bagian tersebut, bisa membantu para pelajar untuk memahami teknik ukiran kayu Mesir pada masa itu.

Wartawan BBC menyebutkan, ini merupakan periode yang menggairahkan dalam ilmu tentang Mesir, para ahli purbakala telah menemukan sejumlah kuburan penting di tahun ini.

Satu dekat dengan piramid Saqqara dilindungi dengan baik mumi yang diawetkan didalamnya, dan lainnya, penemuan bulan lalu di Lahun, memuat serangkaian lukisan yang sangat indah, peti mayat dari batu dengan warna terang yang berasal dari periode yang lebih awal.BBC INDONESIA