CALIFORNIA (SuaraMedia) – Ketika seekor semut mati, teman-teman yang satu sarang dengannya bisa segera mengetahuinnya. Oleh karena itu, risiko penyerangan terhadap koloni semut bisa sedikit dikurangi. Namun bagaimana semut bisa tahu bahwa temannya akan mati?

Ada suatu teori ilmiah yang menjelaskan hal ini. Semut mati melepaskan zat kimia yang dihasilkan oleh dekomposisi seperti asam lemak yang memberitahukan tanda kematian pada koloni semut lainnya.

Namun teori ini kemudian terbantahkan oleh hasil riset terbaru. Dong Hwan Choe dari University of California memiliki keterangan baru untuk mengungkap misteri ini.

“Semut bisa mengetahui temannya akan mati karena adanya mekanisme berbeda yang tersembunyi di balik necrophoresis yang menyingkirkan salah satu semut pada suatu koloni dalam satu sarang yang sama,” kata Choe seperti yang dikutip dari Live Science, Kamis (7/5/2009).

Semua semut baik yang mati maupun hidup memiliki zat kimia penanda kematian atau ‘zat mati’. Sementara semut hidup selain memiliki zat tesebut, juga memiliki zat kimia lain yang berhubungan dengan kehidupan atau disebut dengan ‘zat hidup’.

Ketika seekor semut mati, tingkat zat hidup mereka akan berkurang atau bahkan menghilang sama sekali, sehingga yang tersisa hanyalah zat mati.

“Jadi hal ini dikarenakan semut yang mati tidak lagi mengeluarkan bau yang sama dengan semut yang hidup, bukan karena mereka mengeluarkan zat baru pada saat setelah mereka mati,” pungkas Choe.(okz) SuaraMedia.Com

Iklan