Para ilmuwan sudah lama mengetahui bahwa ras manusia berasal dari Afrika. Namun berdasarkan hasil penelitian DNA terkini terungkap bahwa ras manusia berasal dari wilayah perbatasan Afrika Selatan-Namibia.

Melansir pemberitaan Daily Mail, Sabtu (2/5) disebutkan menurut kajian mereka, manusia pertama kemungkinan bermukim dan berevolusi di daerah sekitar perbatasan Afrika Selatan dan Namibia sebelum bermigrasi ke Utara.

Studi 10 tahun ini dipimpin oleh Professor Sarah Tishkoff, pakar genetic di University of Pennsylvania yang diterbitkan dalam US Journal Science.

Para ilmuwan yang bekerja dalam penelitian ini memeriksa materi gen dari 121 orang Afrika, 4 Afrika-Amerika dan 60 non-Afrika. Hasil penelitian ini akan melengkapi apa yang disebut sebagai “pengetahuan yang dalam tentang tingkatan dan pola keragaman gen di Afrika, sebuah kawasan yang belum terwakili dalam kajian tentang gen manusia”, kata Sarah Tiskoff.

Peneliti telah mengindentifikasi 14 kluster populasi berdasarkan leluhur mereka, “yang berhubungan dengan entitas, budaya dan atau perangkat bahasa,” kata para peneliti itu.

Kajian ini juga mengamati populasi Afrika-Amerika di mana mereka menemukan hampir tiga perempatnya mempunyai leluhur yang berasal dari kawasan Afrika Barat. Gambaran ini akan membantu para ahli untuk memahami kenapa beberapa penyakit tertentu punya dampak secara khusus kepada populasi Afrika-Amerika.

Mereka menemukan percampuran antar keturunan yang cukup tinggi di antara populasi yang mereka teliti di mana temuan ini serupa dengan keragaman yang mereka temukan di wilayah lain. Menurut mereka, manusia pertama kemungkinan besar bermukim di dekat perbatasan Afrika Selatan dengan Namibia dan kemudian bermigrasi ke utara keluar dari benua itu melalui Laut Merah.

ARI JULIANTO | GLOBAL

Iklan