Dalam menghadapi ajang pertempuran dalam model pertempuran di masa depan tentara AS akan diperlengkapi dengan perlengkapan bioteknologi yang berkemampuan melindunginya terhadap terjadinya cedera, infeksi, dan bahaya senjata kimia., demikian terungkap dalam suatu kajian yang berjudul “Opportunities in Biotechnology for Future Army Application” oleh Prof. Mauro Ferrari yang dimuat dalam suatu laporan yang dikeluarkan Dewan Riset Nasional AS edisi akhir Juni 2001.

Prof. Mauro Ferarri adalah profesor dari Ohio State University yang mendalami riset dalam bidang miniaturisasi instrumen kedokteran, rekayasa teknik mesin, dan ilmu bahan / material science. Selain itu ia kini menjadi direktur Biomedical Engineering Center selain sebagai salah satu direktur pelaksana riset pada Pusat Riset Jantung dan Paru pada Universitas yang sama.

Secara menyeluruh kajian Ferari menggariskan peranan vital riset bidang bioteknologi guna menyempurnakan kemampuan tempur prajurit dalam ajang pertempuran hingga memungkinkannya dapat kembali pulang kembali dengan selamat. Salah satu teknologi yang diunggulkan dalam kajian itu yaitu suatu kelengkapan medis untuk satuan tempur berupa kapsul silikon yang berukuran sangat kecil : seukuran kepala jarum pentul – dalam skala mikroskopik yang satuannya berukuran dalam hitungan micrometer atau nanometer – Kapsul tsb. ditanamkan dibawah lapisan kulit tubuh prajurit ; serupa “susuk” guna dapat memberikan pengobatan.

Kapsul tersebut dapat berperan selaku sensor yang memonitor kesehatan prajurit dan pada saat yang dibutuhkan isinya dapat dikeluarkan sebagai obat. Kapsul dirancang sedemikian rupa hingga dapat mendeteksi apabila prajurit yang sedang bertempur tengah terpapar bahaya serangan senjata biologi atau perang kimia dari pihak lawan. Kapsul kemudian dapat mengeluarkan obat penawar yang diperlukan. Kapsul itu pun dapat memuat obat antibiotik yang dapat diaktifkan apabila prajurit mengalami cedera dalam pertempuran.

Dalam rekomendasi akhir komite yang dipimpin Prof.Ferari dkk. menyarankan agar pihak Angkatan Bersenjata AS agar :
~ Bekerjasama dengan peneliti dari kalangan industri dan universitas yang tengah menjalankan riset bidang bioteknologi untuk penerapan secara     komersial. Pihak Army juga diharap agar dapat ikut serta mengucurkan dana riset yang diperlukan.
~ Bekerja sama dengan Pemerintah guna menemukan jalan untuk dapat melaksanakan pengembangan produk dan teknologi bioteknologi yang           berpotensi demi kepentingan para prajurit tempur dalam kondisi perang masa depan.
~ Lebih proaktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi mengenai aspek-aspek etika dalam penerapan bioteknologi.