JANGAN terkejut bila suatu saat nanti, bertemu dengan seseorang yang menyerupai Anda. Kembar? Tidak. Wajah, tubuh, rambut, suara, tinggi, bahkan sifat-sifatnya, tak ada perbedaan dengan yang Anda miliki.

Hal itu memungkinkan setelah Panayiotis Zavos (foto), seorang dokter ahli fertilitas asal Amerika Serikat mengklaim telah berhasil mengkloning 14 embrio manusia dan 11 di antaranya sudah dipindahkan ke dalam rahim empat wanita.

Bahkan kata sang dokter, bayi hasil kloning pertama di dunia itu akan lahir dalam dua tahun ini. “Sama sekali tak ada keraguan soal itu. Anak hasil kloning segera lahir,” kata Zavos pada koran Inggris, Independent seperti dilansir kantor berita AFP, kemarin (23/4).

“Jika kami mengintensifkan upaya kami, kami bisa mendapatkan bayi kloning dalam satu atau dua tahun. Tapi saya tidak tahu apakah kami bisa mengintensifkan upaya kami sebegitu jauh,” tutur Zavos.

Upaya kloning yang dilakukan Zavos banyak dikecam pakar-pakar kesuburan. Mereka mempertanyakan apakah teknik yang dipakai aman. Meski ilmuwan lainnya telah menciptakan embrio manusia hasil kloning dalam tabung uji untuk penelitian, namun Zavos melanggar etika dengan memasukkan embrio kloning tersebut ke dalam rahim wanita.

Bahkan menurut Zavos, dirinya telah memproduksi embrio kloning dari tiga orang yang telah meninggal, termasuk Cady, seorang anak perempuan berumur 10 tahun yang tewas dalam kecelakaan mobil di AS. Sel-sel darah Cady dibekukan dan dikirimkan ke Zavos.

Dokter Zavos yang lahir di Cyprus itu diyakini telah melakukan prosedur tersebut di sebuah laboratorium rahasia di Timur Tengah guna menghindari larangan kloning yang berlaku di AS.

Dia menggunakan teknik yang sama seperti yang digunakan pada Dolly, seekor domba yang merupakan mamalia pertama di dunia hasil kloning.

Sekedar diketahui, perbuatan kloning kepada manusia memang diakui sebagai penemuan teknologi yang super hebat. Hanya saja banyak pihak yakin, temuan itu bakal menciptakan bencana dalam peradaban manusia.

Satu contoh, jika Anda punya seorang manusia kloning—artinya selain Anda, ada manusia lain yang serupa—, maka Anda perlu khawatir. Bagaimana bila manusia kloning itu melakukan tindak pidana dan meninggalkan sidik jadi. Tidakkah Anda bakal terseret menjadi tersangka? Sebab sidik jari itu sama persis dengan yang Anda miliki. Tidakkah Anda takut hal itu bakal terjadi suatu saat nanti?.POSMETRO-MEDAN.COM