Reuters

Peneliti telah menemukan ribuan spesies yang belum pernah diketahui sebelumnya. Binatang ini hidup dari belerang dan metana atau memecah minyak.

Sebanyak 17.650 spesies yang menakjubkan berhasil diungkap. Penemuan makhluk aneh itu melalui kamera yang diderek jauh di dasar laut, sonar dan teknologi lainnya.

Makhluk aneh itu terdiri dari kepiting hingga udang cacing yang hidup di dunia dingin dan gelap, 5 km di bawah ombak laut.

Kebanyakan dari makhluk-makhluk ini beradaptasi dari makanan dari kotoran yang berasal dari lapisan atas yang diterangi matahari.

Sementara yang lain hidup dari belerang dan metana, atau bakteri yang memecah minyak, atau dari tulang-tulang paus yang mati tenggelam dan makanan tidak masuk akal lainnya.  (lagi…)

Seekor buaya raksasa sepanjang 20 kaki atau sekitar enam meter dengan tiga set taring ternyata berkeliaran di Afrika bagian utara jutaan tahun yang lalu. Penemuan ini diungkapkan para peneliti Amerika dan Kanada.

Tiga spesies baru ini, dua sebelumnya dikenal sebagai buaya kuno. Secara terperinci di paparkan oleh Paul Sereno dari Universitas Chicago dan Hans Larsson dari Universitas McGill di Montreal yang penelitiannya disponsori National Geographic Society. Penemuan baru ini lebih rinci dipaparkan dalam jurnal ZooKeys serta majalah National Geographic.

“Spesies ini membuka jendela dunia bahwa buaya sepenuhnya asing bagi kehidupan yang ada di benua utara,” kata Dr Sereno. “Binatang yang hidup 100 juta tahun yang lalu, di benua selatan yang dikenal sebagai Gondwana.”

Para peneliti mengatakan bahwa binatang itu bisa lari kencang di darat mengejar mangsa. Namun juga menyelam ke dalam air dan berenang.

“Buaya Afrika ini tampaknya memiliki kaki yang bisa tegak, kaki itu bisa untuk melompat-lompat dengan tangkas di darat dan mempunyai ekor serbaguna untuk mengayuh dalam air,” kata Sereno Dr. “Hewan dengan bakat amfibi ini di masa lalu dapat menjadi kunci untuk memahami bagaimana mereka berkembang, dan akhirnya selamat, di era Dinosaurus.”  (lagi…)

Tidak selamanya yang kita anggap buas dan mengerikan itu seperti yang kita pikirkan, selama ini banyak cerita bagaimana hewan buas yang sering memangsa sesama hewan bahkan manusia bisa hidup bersama dan mesra dengan manusia. Namun tidak semua manusia mungkin punya nyali kuat untuk bisa dekat dengan hewan buas tersebut. Berikut ini beberapa buah foto dari seekor ular raksasa yang sangat besar sekali bisa hidup dan menjadi sahabat serta teman setia 2 anak kecil, dimana sehari- hari mereka seperti teman dan sahabat, bisa saling bercanda dan bermain. Padahal si ular raksasa itu besarnya sangat memungkinkan bisa memangsa kedua anak itu secara utuh.

(lagi…)

Sebuah waduk keciltempat menampung kotoran babi serta hewan ternak lain, tak hanya membuat bau lingkungan di sekitarnya. Waduk ini juga bisa mencemari aliran sungai, meracuni air tanah dan lebih parah lagi dapat meningkatkan kadar gas metan dan karbondioksida di udara.

Untuk itu, ilmuwan berlomba-lomba mencari cara alternatif untuk memanfaatkan kotoran hewan. Salah satu yang tengah gencar dilakukan adalah mencoba mengubah kotoran hewan agar menghasikan energi listrik ramah lingkungan. Namun masalahnya, belum ditemukan cara yang paling efektif dalam mengolah kotoran hewan menjadi sumber energi.

Tim ilmuwan yang dipimpin Trakarn Prapaspongsa dari Denmark kemudian menganalisa beragam cara yang digunakan perusahaan-perusahaan di Denmark dalam menangani kotoran babi. Mereka rata-rata memanfaatkan kotoran itu untuk menghasilkan listrik dengan menggunakan sistem seperti pencernaan anaerob atau incinerator (pembakaran).

Seperti dikutip dari New Scientist, Rabu (28/10/2009), dalam sistem pencernaan anaerob, bakteri memecah kotoran atau sampah dengan memanaskannya di dalam sebuah bejana bebas oksigen, kemudian melepaskan gas metan yang di gunakan dalam turbin gas. Sementara itu, incinerator membakar material untuk mendidihkan air dan menggerakkan turbin uap yang akan menghasilkan listrik.  (lagi…)

Turritopsis nutricula adalah hydrozoan, dan itu dianggap oleh para ilmuwan untuk menjadi satu-satunya hewan yang tidak bisa mati.

Organisme ditakdirkan untuk mati, setelah mereka menyelesaikan siklus hidupnya. Hydrozoa adalah kelas besar pemangsa kebanyakan hewan yang hidup di air asin, terkait erat dengan ubur-ubur dan karang. Telur dan sperma dari ubur-ubur dewasa (medusa) dan mereka kemudian berkembang menjadi polip panggung. Medusa berkembang secara aseksual dari polip. (lagi…)

Darwinius masillae Ida

Analisis independen menyatakan fosil primata yang ditemukan pertengahan bulan Mei lalu bukanlah nenek moyang langsung manusia seperti yang diklaim sebelumnya.

Fosil berusia 47 juta tahun itu diberi nama ilmiah dan dijuluki sebagai Darwinius masillae Ida. Dia dianggap sebagai “keajaiban dunia kedelapan “, “MonaLisa” dan sebuah evolusi dari “Rosetta Stone”, menurut para peneliti yang mengumumkannya.

Mereka mengatakan, fosil tersebut adalah missing link atau rantai yang hilang antara manusia dan dunia hewan.

Erik Seiffert, peneliti utama studi baru mengatakan,”Pandangan yang menganggap bahwa Ida memiliki hubungan khusus dengan primata tingkat tinggi seperti monyet, kera dan manusia, merupakan pandangan minoritas dari awal. Jadi hal itu hanya mengejutkan banyak orang yang mempelajari paleontology primata.” (lagi…)

Penampilan hiu gergaji cukup mengerikan. Namun bukan berarti ia menjadi penguasa sungai. Fakta di lapangan menunjukkan populasi anggota famili Pristidae yang bernama Latin Pristis Microdon ini terus menyusut. Hiu gergaji juga populer dengan nama pari atau hiu sentani karena memang ada di Danau Sentani, Papua. Orang mancanegara menyebutnya Largetooth Jawfish yang berarti ikan hiu bergigi besar.

Ikan yang menyebar di Australia, India, Papua Nugini, Afrika Selatan dan Thailand ini tergolong penghuni air tawar dan menyukai daerah tropis. Biasanya mereka hidup di danau-danau besar, sungai besar atau rawa-rawa tertentu. Di Indonesia ikan hiu gergaji terdapat di Sungai Digul, Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Siak dan Sungai Sepih.

Mereka senang memangsa ikan-ikan berukuran sedang atau yang berbadan lebih kecil. Ukuran tubuh hiu gergaji sendiri lumayan besar, mampu mencapai 6,6 meter. Mulutnya yang diselimuti gerigi tajam cukup ampuh untuk melumpuhkan mangsanya dalam sekejap mata. Padahal menurut beberapa ahli, pandangan mata hiu gergaji tidak terlalu baik, bahkan cenderung buram. Mereka lebih mengandalkan daya penciumannya yang lumayan tajam.

Tubuhnya tergolong ramping dibandingkan dengan hiu sejenis. Ini menyebabkan mereka bisa berenang dengan kecepatan di atas rata-rata dan dengan mudah melesat mengejar mangsa. Tubuh hiu jenis ini berwarna hitam keabu-abuan. Bagian bawah tubuhnya berwarna lebih pucat atau keputih-putihan. Warna tubuhnya cukup beragam, tergantung di mana habitat mereka. (lagi…)

Hal yang menakjubkan terkuak setelah burung dikonfirmasi sebagai keturunan dari dinosaurus bersayap empat dan berkaki dua yang hidup jutaan tahun yang lalu.

Xing Xu dari Akademi Sains China di Beijing mempertaruhkan pernyataannya berkat fosil dinosaurus mirip burung yang diawetkan dan dinamakan Anchiornis Huxleyi.

Sampai saat ini huxleyi di anggap sebagai burung primitif, yang diperkirakan datang dari era Archaeopteryx, saat burung pertama dikenal terbang sekitar 150 juta tahun yang lalu.

Namun opini tersebut berdasarkan fosil yang tidak lengkap. Spesimen yang baru dengan fosil yang hampir lengkap memberi gambaran yang berbeda dan memperkirakan jika Huxleyi beberapa juta tahun lebih tua dari Archaeopteryx dan menampilkan bagian-bagian dari jenis dinosaurus dan burung. (lagi…)

Naga adalah salah satu hewan legenda yang kerap muncul disetiap legenda hampir di seluruh penjuru dunia, baik itu eropa, amerika dan asia. Banyak legenda-legenda yang mengatakan bahwa dahulu mereka pernah ada. Naga (dragon) juga sangat populer, banyak film, game, dan ceritat tentang naga, sehingga hampir 99% penduduk dunia mengenal hewan legenda yang satu ini.

Namun bukti nyata yang menunjukan keberadaan mereka belum pernah ditemukan, walaupun banyak juga yang mengaku pernah melihat sosok naga. Namun tampaknya berita di artikel yang saya baca ini bisa dipertimbangkan kebenarannya.

“Naga ada sering muncul dalam legenda Cina. Naga dengan dua tanduk di atas kepala dianggap sebagai totem. Totem yang pertama kali ditampilkan oleh leluhur Cina dan disembah oleh orang-orang Cina. Karena itu orang-orang Cina yang juga disebut “descendents from dragon”. Untuk waktu yang lama, para ilmuwan beranggapan bahwa naga adalah hewan fiksi yang ada hanya dalam cerita.

Naga fosil ditemukan di Guanling County, Anshun City, pada tahun 1996, dan telah disimpan dalam kondisi baik. dengan panjang keseluruhan 7,6 meter. Kepala dengan 76 cm panjangnya dan leher yang panjangnya 54 cm. Tubuhnya adalah 2,7 meter dan panjang 68 cm merupakan lebar dalamnya, dan ekor dengan panjang 3,7 meter.

(lagi…)

Seekor tokek bertubuh bintik-bintik seperti macan tutul dan seekor katak bertaring pemakan burung merupakan dua dari 163 spesies baru yang ditemukan tahun lalu di sungai Mekong, kawasan Asia Tenggara.

WWF mengatakan para ilmuwan di tahun 2008 menemukan 100 tanaman, 28 ikan, 18 reptil, 14 amfibi, dua mamalia dan satu spesies burung di kawasan itu. Hal ini berarti ditemukan tiga spesies baru setiap minggunya untuk dimasukan dalam katalog 1.000 spesies baru dari tahun 1997 hingga 2007

“Setelah ribuan tahun dalam persembunyian, spesies ini sekarang dalam sorotan, dan tentu akan ada yang menunggu untuk ditemukan lagi,” kata Stuart Chapman, direktur WWF Program Greater Mekong.

Peneliti yang bekerja untuk WWF memperingatkan efek dari perubahan iklim, termasuk meningkatnya kekeringan dan banjir yang mengancam habitat para spesies ini. Hal tersebut lebih besar daripada ancaman tradisional seperti perburuan, polusi dan perusakan habitat. (lagi…)

Halaman Berikutnya »