Pada tanggal 17 September 2009, seorang pria asal Ontario berhasil merekam sebuah objek terbang di langit Scarborough. Penampakan ini agak unik dibanding penampakan Ufo lainnya. Percaya atau tidak, Ufo tersebut berubah bentuk di langit, dan semuanya terabadikan di kamera.

Pria tersebut, Paul Shishis, mengatakan bahwa ia melihat objek itu terbang rendah dan segera mengabadikannya dengan kameranya. Ia melihat objek itu pada awalnya berbentuk segitiga, lalu berubah menjadi bentuk lain dan kemudian seperti terbuka dan berubah menjadi lembaran terbang.

(lagi…)

Carle Pieters, penyelidik utama, Minerologi Bulan, Universitas Brown (kiri) berbicara dengan Rob Green, ilmuwan proyek instrumen, Minerologi Bulan, di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California melihat pengarahan singkat membahas data ilmu baru dari bulan yang dikumpulkan selama misi ruang angkasa nasional dan internasional 24 September 2009 di kantor pusat NASA di Washington, DC. (Mandel Ngan / AFP / Getty Images)

Misi ruang angkasa internasional telah menemukan es di bulan dan lebih banyak bukti es di Mars – kabar baik untuk permukiman masa depan dan juga bagi para ilmuwan pencari kehidupan di luar bumi.

Empat laporan yang diterbitkan dalam jurnal Science edisi Jumat (25/9) menunjukkan bukti yang jelas adanya air, mungkin beku, pada permukaan padang pasir Bulan dan Mars.

NASA mengatakan Alat Pemetaan Mineral Bulan, atau M3, menemukan molekul-molekul air di seluruh permukaan bulan. Oktober lalu Instrumen M3 dibawa oleh Chandrayaan-1 pesawat ruang angkasa Organisasi Penelitian Luar Angkasa India – misi luar angkasa India pertama.

“Air es di bulan telah menjadi bukti penting untuk para ilmuwan bulan selama ini,” kata Jim Green, Direktur Divisi Ilmu Planet di NASA Washington. (lagi…)

Misi pertama India ke Bulan telah menemukan bukti mengenai air dalam jumlah yang sangat banyak di permukaannya, demikian laporan harian The Times, Kamis (24/9).

Data dari pesawat antariksa Chandrayaan-1 juga menunjukkan air masih terbentuk di Bulan, kata surat kabar Inggris tersebut.

“Itu sangat memuaskan,” kata harian tersebut, yang mengutip Mylswamy Annadurai, direktur proyek misi itu di Organisasi Penelitian Antariksa India di Bangalore.

Surat kabar tersebut melaporkan terobosan dijadwalkan diumumkan oleh Badan Antariksa dan Penerbangan AS, Kamis.  (lagi…)

Sebuah situs di Australia memungkinkan pendudk bumi berkirim pesan pada alien (Foto: Daily Telegraph)

Dulu pertama kalinya, komunikasi dengan mahluk alien terjadi pada 1982. Saat itu, sebuah penemuan teknologi memungkinkan penduduk bumi menerima telepon dari alien.

Kini, tiga dekade telah berlalu sejak peristiwa yang menghebohkan tersebut. Kini, ada lagi sebuah terobosan baru untuk berkomunikasi dengan alien dengan mengirimkan pesan singkat atau SMS. Benarkah? Lalu bagaimana caranya?

Situs asal Australia bernama HelloFromEarth.net memungkinkan penduduk Australia mengirimkan pesan pada alien di luar sistem solar kita mulai pukul 10.30 pagi hari waktu setempat.

Daily Telegraph, Minggu (16/8/2009) melansir, situs ini awalnya diluncurkan untuk memperingati perayaan National Science Week. Organisasi penelitian luar angkasa Australia kemudian membuka situs HelloFromEarth ini dan menyediakan fasilitas berkirim pesan ke alien sepanjang 160 karakter.

Pesan pengguna situs yang terkumpul kemudian akan dikirim melalui satelit di Canberra Deep Space Communication Complex, ke planet Gliese 581d yang berjarak 20 tahun cahaya dari bumi. (lagi…)

Sebuah foto resolusi tinggi dari planet merah yang dikeluarkan oleh NASA menunjukkan sidik jari di permukaannya.

Ribuan gambar telah ditangkap oleh Mars Reconnaissane Orbiter NASA menggunakan High Resolution Imagging Science Experiment (HiERISE). Setiap foto HiRISE itu diambil antara April hingga Agustus tahun lalu.

Foto yang diambil dari sebuah kawah dekat wilayah Coprates Mars menunjukkan bentuk sidik jari raksasa yang kemungkinan karena sedimen dari penguapan air. (lagi…)

Ilmuwan di Inggris merancang sebuah pesawat luar angkasa yang diklaim mampu menangkal datangnya serangan asteroid raksasa yang bisa menimbulkan bencana besar bagi Bumi.

Tim dari perusahaan luar angkasa Inggris EADS Astrium yang merancang pesawat ini menamakannya “gravity tractor?. Pesawat ini nantinya bertugas mengawasi kedatangan asteroid yang mengancam untuk kemudian membelokkannya sebelum menabrak Bumi.

Gravity tractor akan menghadang kedatangan asteroid dari jarak 160 kaki dari permukaan Bumi lalu mendorongnya ke arah lain. Menurut para perancangnya, pesawat ini akan mengalihkan asteroid sejauh 430 yard (sekira 0,39 kilometer).

Ilmuwan kemudian menyebutkan sebuah perbandingan bahwa pesawat ini cukup besar untuk menghasilkan energi 100.000 kali lebih besar dari bom nuklir yang dijatuhkan AS di Hiroshima pada 1945. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Telegraph, Rabu (2/9/2009). (lagi…)

Sebuah televisi Meksiko menyiarkan sebuah rekaman yang dicurigai sebagai piring terbang (UFO) pada 11 Mei 2004. Rekaman tersebut diambil oleh pesawat militer Angkatan Udara Meksiko yang waktu itu berhasil mengambil gambar bahkan dikepung oleh obyek-obyek terbang tak dikenal tersebut, dan sang pilot juga merasa sangat tegang waktu itu.

Titik cahaya yang tampak pada gambar adalah obyek terbang tak dikenal yang mirip dengan UFO yang muncul di atas langit pantai timur Meksiko pada 5 Maret lalu. Pilot yang berada di atas sebuah pesawat militer yang berpatroli di sekitar teluk Meksiko mula-mula menemukan titik cahaya di layar radar, selanjutnya mereka baru berhasil menangkap pemandangan-pemandangan ganjil tersebut setelah mengaktifkan perangkat perekam inframerah.

Dalam rekaman yang berlangsung selama 15 menit itu tampak jelas terdapat kurang lebih puluhan titik cahaya dengan bentuk formasi khusus sedang bergerak dengan kecepatan tinggi. Sang pilot mengatakan, meskipun tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun melalui layar radar dapat diketahui obyek-obyek terbang tak di kenal itu bahkan mereka bergerak mengelilingi pesawat militer, sehingga membuat keringat dingin mereka terus mengalir. (lagi…)

Tahun 2012 tiba-tiba menjadi angka menakjubkan, setelah para ilmuwan dan penulis belakangan ini mengungkapkan ramalan bangsa Maya kuno tentang akhir zaman yang jatuh pada 21 Desember 2012, akhir siklus kalender bangsa itu.

Banyak buku kemudian terbit mengenai ramalan ini, termasuk Apocalypse 2012 yang paling terkenal. Buku karya Lawrence E. Joseph, wartawan dan Ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Corporation di New Mexico, Amerika Serikat, ini terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul Kiamat 2012: Investigasi Akhir Zaman. Himpunan Mahasiswa Astronomi Institut Teknologi Bandung bahkan menggelar diskusi mengenai topik ini di kampusnya pada pertengahan bulan lalu.

Para penulis menafsirkan ramalan bangsa Maya kuno itu sebagai hari kiamat. Dasar argumentasi mereka adalah kemunculan badai matahari pada tahun tersebut. Badai itu disebabkan oleh flare atau ledakan di atmosfer matahari yang melontarkan partikel atomik yang menyerupai jilatan api dan mengandung medan magnet. Bila sampai ke bumi, pancaran partikel ini dapat mempengaruhi medan magnet bumi dan mengganggu frekuensi radio. (lagi…)

Diawali dengan pertanyaan yang muncul, kebingungan sesaat, dan akhirnya lenyap.

Hari itu, tanggal 19 Juli 2009 seorang astronom amatir Anthony Wesley sedang memotret Jupiter dari observatorium di halamannya di Murrumbateman, Australia, saat sesuatu yang tak biasa tertangkap oleh matanya.

Perhatian yang awalnya ditujukan Anthony pada Bintik Merah Raksasa yang tampak cantik di horison Jupiter teralihkan pada noda gelap di area kutub selatan Jupiter.

Itu hanya badai gelap lainnya di Jupiter.

Itulah yang terlintas dalam benak Anthony. Namun ada sesuatu yang lain yang mengganggu pikirannya. Tanda gelap itu menjadi teka teki yang berkecamuk dalam benak Anthony. Ada yang salah disana. Dan Anthony pun tak bisa berhenti untuk mencuri-curi waktu melihat pada tanda gelap itu.

Kutub Selatan berada di atas saat Anthony Wesley mengamati Jupiter 19 Juli 2009. kredit : Anthony Wesley

(lagi…)

Sebuah asteroid melintas sangat dekat dan bisa saja menabrak Bumi jika terjadi sedikit perubahan jalur orbit. Betapa tidak, jarak terdekat dengan Bumi saat melintas hanya tinggal 66.000 kilometer. Bandingkan jarak Bumi-Bulan yang rata-rata 384.000 kilometer.

Lebih mengejutkan lagi kedatangan asteroid ini tidak diduga-duga sebelumnya. Astroid yang diberi nama 2009 DD45 ini baru terdeteksi beberapa hari lalu.

Pengamat yang beruntung di wilayah Asia, Australia, dan Kepulauan Pasifik dapat melihatnya saat melintas di natar Bumi dan Bulan pada Senin (2/3) pukul 20.44. Batuan angkasa itu bergerak dengan kecepatan hanya 20 kilometer per jam.  (lagi…)

Halaman Berikutnya »