Februari 2010


Apakah ada sesuatu yang menarik selain Halelujah Mountain di film Avatar ? Ya, naga terbang berwarna merah yang disebut Toruk. Jika Halelujah Mountain terinspirasi dari sebuah gunung di Cina, maka mungkinkah naga merah terbang di film itu terinspirasi dari seekor hewan yang bisa ditemukan di Indonesia ?

Toruk – naga merah terbang di film “Avatar”

Naga merah terbang atau Toruk terbukti menjadi kunci bagi Jake untuk menaklukkan hati suku Na’vi. Memang, makhluk terbang berbentuk seperti itu tidak pernah kita jumpai di dunia ini. Namun, bagaimana dengan makhluk yang berukuran jauh lebih kecil, merayap dan suka berlompatan kesana-kemari ? (lagi…)

Biasanya seorang Dokter mengoperasi pasien yang sakit. Tapi lain halnya dengan Dokter Leonid Rogozov, Dokter berkebangsaan Rusia ini melakukan operasi pada dirinya sendiri. (lagi…)

Ribuan tahun lalu, bangsa Mesir kuno mengenakan riasan di mata, percaya bahwa Dewa Horus dan Ra akan melindungi orang tersebut terhadap beberapa penyakit mata dan kulit.

Ini bukan takhayul, ilmuwan dari Prancis Pierre dan Marie Curie University melaporkan dalam jurnal Analytical Chemistry Jumat (15/1) lalu, menemukan kandungan obat dalam perias mereka.

Ilmuwan melakukan analisa kimiawi melibatkan melakukan scan electron mikro dan difraksi kuantitatif sinar x untuk 52 jenis perias yang disimpan di Musium Louvre di Paris.

“Kebanyakan mereka mencampurkan spesies logam (Timah II): galena (PbS) untuk warna gelap dan kilap dan tiga material putih: cerussite (PbCO3), Phosgenite (Pb2Cl2CO3), dan laurionite (Pb(OH)Cl),” tulis para ilmuwan dalam makalah riset.  (lagi…)

Layang-Layang Banyao di Nantong : Layang-Layang yang Bisa Bernyanyi

Layang-layang Banyao dikenal sebagai “Yaozi” di Nantong. Bentuknya elegan, indah dan efek akustik yang unik.

Sejak layang-layang sangat populer di China, ada banyak tempat produksi layang-layang terkenal seperti Beijing, Tianjin dan Weifang, mengapa hanya orang Nantong yang dapat membuat layang-layang yang bisa bernyanyi?

Alasannya karena layang-layang Banyao dilengkapi dengan seruling, yang mana membuat bobotnya lebih berat dibandingkan dengan yang lain (layang-layang Banyao terbesar sepanjang 2m dan berat 5kg). Layang-layang biasa dapat terbang di langit hanya jika bertiup angin semilir atau angin yang lebih kuat. Nantong merupakan tempat yang cocok untuk terbangnya layang-layang Banyao (terutama di musim semi), karena terletak dipesisir laut dengan angin yang sangat kencang. (lagi…)

Seorang anak usia 11 tahun berhasil membuat aplikasi edukasi yang berjalan di ponsel. Meskipun di bawah arahan seorang developer, tapi bocah cerdas ini memulai sendiri semuanya dari awal. (lagi…)

Karya seni ini terbuat dari potongan-potongan uang dollar.

(lagi…)

(lagi…)

Sampah yang kita kenal sebagai barang tidak berguna ternyata dapat dibuat menjadi suatu seni yang indah. Bagian yang dibuat menajadi menarik bukan pada obyek sampahnya, melainkan  pada bayangan yang dihasilkan dari tumpukkan sampah ini.

(lagi…)

Remaja pemberani, Lydia Ward berusaha menjauh ketika sudah dekat 1,5 meter hingga hiu menerjangnya dan rahangnya sampai di pinggulnya.

Selama serangan Lydia Ward bilang dia entah bagaimana memukul hiu dengan papan sampai melepaskannya.

Lydia Ward dan saudaranya, yang berenang di dekatnya, berlari untuk keluar dari air menuju ayah mereka.. Mula-mula ia tidak percaya apa yang telah terjadi, hingga ia melihat tubuh putrinya yang tertusuk.

“Tapi kemudian aku menunjukkan padanya wetsuit saya dengan semua keluar darah dan dia percaya padaku,” Lydia Ward mengatakan kepada Radio Selandia Baru. (lagi…)

Menurut sebuah buku terbaru, ada seekor kucing dengan kemampuan luar biasa yang dapat mendeteksi waktu kematian seseorang di panti jompo. Dan ternyata kucing istimewa ini sudah berhasil menebak sekitar 50 kasus.

Oscar, kucing yang tinggal di Rumah Perawatan dan Rehabilitasi Steere yang terletak di Providence, Rhode Island, akan tidur melingkar di dekat pasien pada jam-jam terakhir menjelang ajal menjemput sang pasien.

Dr David Dosa, seorang ahli geriatri dan asisten profesor di Brown University, mengatakan bahwa dalam kurun waktu 5 tahun, insting Oscar jarang meleset, demikian lansir Daily Telegraph.

Kadang-kadang ia bahkan membuktikan bahwa paramedis salah memprediksi pasien yang telah dekat dengan akhir hidupnya. (lagi…)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.