
Mengunakan teknologi ‘Air Multiplier’, udara didorong maju ke depan melalui hembusan udara dari belakang dan dari sisi samping. Walaupun tanpa baling-baling, aliran udara yang lembut dapat dihasilkan.
James Dyson, penemu vacuum cleaners tanpa kantong, kini telah mempunyai penemuan baru: kipas angin tanpa baling-baling. Kipas angin ini mendorong 119 galon udara perdetik. Tidak seperti kipas angin biasa yang mengandalkan baling-baling yang berputar untuk “menangkap” udara dan menghembuskannya ke depan, teknologi kipas angin tanpa baling-baling ini menggunakan prinsip aliran udara model seperti sayap pesawat terbang.
Udara ditarik masuk ke dalam dasar silinder mesin oleh sebuah motor kecil, kemudian alat pendorong motor itu mendorong udara ke dalam lubang yang berongga dan kemudian lewat sebuah celah, menyapu seluruh bagian lubang. Udara kemudian dipercepat alirannya melalui sebuah lingkaran besar, yang disebut loop amplifier. Video ini mengilustrasikan teknologi aliran udara tersebut :
James Dyson, penemu vacuum cleaners tanpa kantong, kini telah mempunyai
Ada beberapa keuntungan-keuntungan di dalam menggunakan teknologi ‘Air Multiplier’:
- Karena tidak ada bagian yang berputar kencang (yang dapat berbahaya jika disentuh), maka tidak perlu ada kawat pelindung.
- Tidak perlu sering-sering dibersihkan karena tidak ada baling-balingnya
- Pengatur kekencangan bisa menggunakan dimmer (seperti saklar putar pengatur terang/redupnya lampu)
Di dalam sebuah wawancara dengan Dyson, ia mengatakan: “Saya selalu kecewa dengan kipas angin biasa. Baling-baling yang berputar memotong aliran udara, menyebabkan suara mengganggu. Selain itu susah dibersihkan dan anak-anak selalu ingin memasukkan jari-jari mereka melalui lubang-lubang kawat. Jadi kami mengembangkan sebuah jenis kipas angin baru yang tidak menggunakan baling-baling.”
Sumber : Era Baru
Oktober 20, 2010 at 3:44 am
saya tertarik dgn kipas angin ciptaan Dyson. gimana caranya saya ingin jadi distributor/agen kipas angin tersebut.Terima kasih atas tanggapanya. iku ahmad saiku, jakarta
Oktober 20, 2010 at 3:49 am
oy, ya, tanggapan saya mengenai kipas angin tersebut, pada knop atau swit seharusnya tidak ikut bergerak atau berputar pada saat kipas angin dinyalakan, jadi swit & knop tersebut diposisi dudukan alas paling bawah. tks
Oktober 20, 2010 at 3:58 am
oh ya, saya juga experiment buat kipas angin tsb, cm msh kesulitan dibagian pembuatan lingkaran, cm saya paksakan dgn memotong beberapa ujung bibir baskom untuk menyerupai lingkaran pada bagian kipas tsb. dan sekarang masih mencari dinamo & kipas yang cocok untuk bagian pendorong udara yang akan diletakan dibagian tabung penopang lingkaran. entah kapan selesainya,
Maret 2, 2011 at 4:30 am
Don’t cry because it is over, smile because it happened.
Maret 6, 2011 at 12:32 am
A Practical Pregnancy Diet Plan
Maret 16, 2011 at 2:10 pm
we are human, not animals